KPK-Polda Akan Gelar Pertemuan Berkala | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2017
No Comments
Kasus Novel

KPK-Polda Akan Gelar Pertemuan Berkala

KPK-Polda Akan Gelar Pertemuan Berkala

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima perwakilan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk membahas penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Hasil pertemuan tersebut, KPK dan Polda Metro Jaya sepakat untuk mengadakan pertemuan berkala saling bertukar informasi sehingga kasus penyerangan Novel itu segera terungkap.

Pertemuan reguler antara KPK dan Polda Metro Jaya itu akan digelar setiap dua minggu sekali.

“Kita akan lakukan langkahlangkah pertemuan reguler antara teman-teman yang melakukan penyelidikan dengan informasi yang ada di KPK.

Mudah-mudahan nanti hasilnya akan bisa didapat lebih cepat,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (19/5). Hadir dalam jumpa pers ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Herianto Adi Nugroho, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Agus mengatakan komitmen KPK sangat kuat untuk membantu polisi dalam mengungkap kasus penyerangan Novel.

“Jadi, nanti pada pertemuan reguler tadi, kami akan sharing informasi dan saling melengkapi informasi. Saya pikir sebetulnya bayangannya sudah mulai jelas, walaupun belum bisa dikemukakan di sini,” ujar Agus. Ia mengungkapkan Polda Metro Jaya tadi menjelaskan soal perkembangan penyelidikan yang berlangsung hingga hari ke-38 sejak Novel diserang.

Polisi, kata Agus, telah menjelaskan metode penyelidikan hingga soal teknis peralatan yang digunakan. KPK mengapresiasi kerja kepolisian.

Akan tetapi, Agus menekankan KPK ingin agar kasus ini segera terungkap. Sementara itu, Polda yang diwakili Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, menyampaikan bahwa Polda terbuka dengan segala informasi.

Informasi itu kemudian akan dianalisis secara rinci dan dicocokkan dengan data di lapangan, tanpa asumsi dan berpegang pada saksi, barang bukti, saksi ahli, dan bukti petunjuk.

“Dari KPK memberi info apa, kita juga mendapatkan informasi Novel sudah menangani kasus apa saja, yang sudah dan sedang ditangani. Dari kasus-kasus ini, kita lihat yang berpotensi yang perlu kita curigai di situ,” tutup Argo. mza/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment