Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Kasus Mesin Pesawat

KPK Periksa Tiga Saksi untuk Tersangka Emirsyah

KPK Periksa Tiga Saksi untuk Tersangka Emirsyah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga saksi terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Mereka yang diperiksa, dua orang dari internal Garuda dan satu orang dari pihak swasta.


“Ketiga saksi itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis (16/2).


Tiga saksi yang diperiksa adalah Vice President Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia, Batara Silaban, Direktur Teknik PT Garuda Indonesia 2007–2012 atau Direktur Produksi PT Citilink Indonesia 2012 sampai dengan sekarang, Hadinoto Soedigno, dan Devijati Wahjudo dari pihak swasta.


Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau senilai total 20 miliar rupiah serta dalam bentuk barang senilai dua juta dollar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia. Suap tersebut dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005–2014 di PT Garuda Indonesia.


Lewat Perantara


Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara, Soetikno Soedarjo, selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.


Rolls Royce oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar 11 triliun rupiah) karena melakukan praktik suap di beberapa negara, antara lain Malaysia, Thailand, Tiongkok, Brasil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, dan Anggola.


KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK, termasuk memberikan sejumlah alat bukti. KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.


Emirsyah disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huru f atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak satu miliar rupiah. mza/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment