Koran Jakarta | February 18 2019
No Comments
VARIA

KPAI Minta Bayi Baru Lahir Dicakup Program JKN

KPAI Minta Bayi Baru Lahir Dicakup Program JKN

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta bayi yang baru lahir segera dicakup dengan pro­gram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggara­kan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Pada masa 28 hari sejak dilahirkan, bayi harus dicakup oleh JKN untuk mengantisipasi bila harus mendapatkan perawat­an lanjutan, meskipun belum didaftarkan oleh orang tua­nya,” kata aktivis KPAI, Susanto, di Jakarta, Senin (15/10).

Pasal 16 Ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang JKN menyatakan bayi baru lahir dari peserta jaminan kesehatan wajib didaftarkan paling lambat 28 hari sejak dilahirkan.

Dia menjelaskan Pasal 16 tersebut sesuai dengan yang selama ini diperjuangkan KPAI, mengingat angka kematian balita tertinggi di Indonesia terjadi pada masa baru lahir, yaitu 28 hari.

Namun, Pasal tersebut terkesan dinafikan oleh Pasal 104 yang menyebutkan Pasal 16 baru diberlakukan setelah tiga bulan sejak Peraturan tersebut ditandatangani.

Hal itu bertolak belakang dengan bunyi Pasal 108, yang merupakan pasal terakhir, yang menyatakan peraturan ter­sebut mulai berlaku pada tanggap diundangkan.

“Akibatnya terjadi ketidakpastian dalam pelaksanaan di lapangan yang berpeluang menuai korban dan konsekuensi lain yang seharusnya bisa dihindari,” ujarnya.

Karena itu, KPAI meminta pemerintah untuk menghapus Pasal 104 agar pelaksanaan Pasal 16 dapat segera dilakukan segera setelah peraturan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo. eko/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment