Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments

Kota Pintar Hambat Kelesuan Ekonomi

Kota Pintar Hambat Kelesuan Ekonomi

Foto : ISTIMEWA
Plaza Indonesia di Jababeka. Konsep smart city mendukung sektor komersial di kawasan indusri.
A   A   A   Pengaturan Font

Membangun kota baru yang integral dan modern tidak hanya sekadar menyiapkan infrastruktur jalan dan hunian. Kota baru haru mengadopsi Konsep kota pintar atau "smart city"‎. Yakni kota yang berbasis teknologi.

Dengan ‎membangun sarana untuk menunjang kota pintar dan kota cerdas, suatu kawasan akan menyediakan seluruh perangkat berteknologi tinggi, termasuk big data center. Konsep seperti ini tentu sangat dibutuhkan bagi pengembangan kota baru dan kawasan industri. 

Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja Sidarta Darmono mengatakan, smart city bukan hanya sebagai sebuah kota dengan infrastruktur dan fasilitas teknologi terbaru. Namun, smart city harus terkonsep sama dengan kota-kota di negara maju. ‎

"Di negara-negara maju orang lebih banyak tuntutan, sehingga orang cenderung ingin fasilitas berteknologi tinggi," katanya. ‎Artinya, kota yang lebih terorganisir dengan fasilitas yang lengkap di Indonesia dapat dimasukkan ke dalam kategori kota pintar.

Misalnya Kota Jababeka. Saat ini Kota Jababeka memiliki satu juta penduduk di siang hari, meliputi kawasan industri, perumahan, dan komersial. ‎ Kota Jababeka paling dengan implementasi smart city dan kota teknologi.

Teranyar, PT Jababeka Tbk melalui anak usahanya PT Grahabuana Cikarang akan menjadikan kawasan industri di Cikarang sebagai kawasan terpadu berteknologi layaknya di Silicon Valley. 

Rencana ini bakal terwujud setelah perseroan melakukan kesepakatan kerjasama dengan PT Zoomy Media Indonesia. Nantinya, seluruh perangkat berteknologi tinggi, termasuk big data center perusahaan-perusahaan multinasional bakal dibangun di wilayah Jababeka. 

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menciptakan ekosistem yang baik, yang dapat mengakomodir berbagai keperluan TI dan e-commerce di Jababeka,‎" terang Sutedja. Menurut dia, jika kota-kota tidak siap berubah menjadi smart city, akan terjadi kelesuan ekonomi. 

Meski pengembangan kawasan terus berjalan, kelestarian lingkungan tidak luput dari perhatian Jababeka. Bersama Greenbelt Resources Corporation, Jababeka akan mengolah sebanyak 40 ton sampah per hari.

Sampah organik akan dikelola dengan manajemen zero waste strategy menjadi sejumlah produk seperti bioethanol, pakan ternak, pupuk, dan air difusi yang dapat dikomersilkan. Proyek bernama JababECO ini ditargetkan dapat menghasilkan 500.000 galon bioethanol serta pakan ternak dan pupuk cair. 

Saat ini Cikarang hanya terpaut 35 km dari Jakarta atau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Selain itu, berbagai infrastruktur transportasi bertaraf internasional juga tersedia di sekitar wilayah Cikarang seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Kertajati yang akan dibuka tahun 2019, Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban yang akan selesai akhir tahun 2017.  yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment