Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Krisis Semenanjung Korea I Presiden Korsel Akan Bertemu Pemimpin Korut Pekan Depan

Korut Siap Lakukan Denuklirisasi

Korut Siap Lakukan Denuklirisasi

Foto : AFP/Jung Yeon-je
Jelang KTT Korea l Sebuah spanduk yang menggambarkan Presiden Korsel, Moon Jae-in, dan pemimpin Korut, Kim Jongun, sedang bersalaman, dibentangkan di Balaikota Seoul, pada Kamis (13/9). Spanduk ini dipasang karena pada 18 September mendatang, Presiden Moon akan terbang ke Pyongyang dan bertemu dengan Kim Jong-un, untuk membahas denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.
A   A   A   Pengaturan Font

Presiden Korsel menyatakan rasa optimistisnya terhadap pertemuan tingkat tinggi antar-Korea pekan depan, bisa mempercepat denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.

 

SEOUL – Korea Utara (Korut) siap untuk lakukan denuklirisasi dan Amerika Serikat (AS) telah bersiap untuk hentikan permusuhan. Hal itu disampaikan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, pada Kamis (13/9), merespons pertemuan ketiga kalinya antara dirinya dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, pekan depan, di Pyongyang, Korut.

“Korut siap melakukan denuklirisasi dan juga siap melucuti persenjataan nuklir yang ada. Di lain pihak, AS juga siap menghentikan permusuhan dengan Korut dan bersedia memberikan jaminan keamanan,” kata Presiden Moon.

“Tak ada hambatan, namun kedua pihak menuntut masing-masing untuk memulai aksi terlebih dahulu dan saya pikir mereka akan mencapai titik temu kompromi,” imbuh Presiden Korsel itu dengan optimistis.

Sementara itu pertemuan untuk ketiga kalinya antara Moon dan Kim terjadi kala perundingan antara Washington dan Pyongyang terkait perlucutan persenjataan nuklir Korut sedang mandek.

Presiden Moon yang pernah menjadi perantara yang memuluskan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS, Donald Trump, dan Kim Jong-un, pada Juni lalu di Singapura, telah meminta agar dilakukan kembali pertemuan lanjutan antara dua pemimpin negara dari AS dan Korut, dan Korsel bersedia untuk jadi mediator bagi Washington dan Pyongyang demi mempercepat terjadinya proses denuklirisasi.

Saat pertemuan di Singapura, Trump dan Kim Jong-un, telah berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Sayangnya komitmen yang dihasilkan lewat pertemuan itu masih belum jelas dan rinci terkait bagaimana melaksanakan denuklirisasi.

 

Jadi Prioritas

Pada saat bersamaan, Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung-wha, menyatakan bahwa progres atas perundingan denuklirisasi dengan Korut merupakan prioritas hariannya.

“Mendapatkan pijakan terkait proses denuklirisasi dan perdamaian yang hingga sekarang banyak terjadi, akan jadi prioritas harian kami,” kata Menlu Kang, saat berbicara di sela-sela acara forum ekonomi di Hanoi, Vietnam, Kamis. “Kami meminta keterbukaan dari Korut terkait program persenjataannya agar agenda pertemuan kedua antara Trump-Kim bisa menghasilkan langkah yang nyata,” imbuh dia.

Menlu Kang juga menambahkan bahwa pertemuan tingkat tinggi antar-Korea di Pyongyang yang dilaksanakan pada 18 hingga 20 September, bisa menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi denuklirisasi dan perdamaian.

Terkait wacana akan terjadinya pertemuan kedua antara Trump dan Kim, Gedung Putih pekan lalu menyatakan telah menerima surat lagi dari Kim Jong-un yang meminta agar dilakukan pertemuan kembali yang diharapkan bisa segera terwujud.

Menyikapi hal itu, penasihat keamanan nasional Korsel, Chung Eui-yong, mengharapkan bahwa Moon dan Kim akan berdialog lebih mendalam soal rincian untuk menempuh denuklirisasi.

 

AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment