Koran Jakarta | January 21 2018
No Comments
Konflik Semenanjung

Korut Buat Terowongan Nuklir

Korut Buat Terowongan Nuklir

Foto : ISTIMEWA
Ri Son-gwon
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL – Pemerintah Korea Utara (Korut) telah meningkatkan penggalian terowongan nuklir di pusat uji coba nuklir. Dugaan ini dikuatkan oleh gambar-gambar satelit yang memperlihatkan tingginya aktivitas di kawasan Punggye-ri.

“Aktivitas-aktivitas ini menggarisbawahi adanya upaya yang terus-menerus untuk menjaga potensi kawasan Punggyeri bagi masa depan uji coba nuklir,” tulis lembaga kajian 38North dalam situsnya, Kamis (10/1). Melalui foto-foto satelit yang diambil pada Desember akhir tahun lalu memperlihatkan deretan keranjang tambang dan lalu-lintas pekerja yang sangat tinggi serta meningkatnya penggalian tumpukan sampah.

Sampai akhir 2017, Pyongyang g sudah enam kali melakukan uji coba nuklir di kawasan Punggye-ri, sebuah kota di bawah kaki gunung Mantap, wilayah utara Korut. Fakta yang diungkap dalam situs 38North ini membuat publik terhenyak karena ketegangan di Semenanjung Korea sedang mereda menyusul upaya dialog antara Korut dan Korea Selatan (Korsel).

38 North menjelaskan sejak Oktober 2017 kawasan Punggye-ri besar kemungkinan menderita atau alami “Tired Mountain Syndrome”. Sindrom itu mengacu pada dampak ledakan nuklir di bawah tanah, yang menimbulkan keretakan parah.

Pada gambar-gambar terakhir yang diambil pada Desember 2017 mengindikasikan terowongan yang dibangun di Punggye-ri telah terbengkalai yang terlihat dari keringnya air di pintu masuk terowongan. Akan tetapi, penggalian terlihat ada peningkatan di bagian West Portal. Hal lain yang mencolok dari terowongan nuklir Korut di kawasan Punggye-ri adalah aktivitas yang tidak biasa dari sekitar 100–120 personel yang berbaris dalam sebuah formasi di halaman Punggye-ri.

Tujuan mereka tidak diketahui pasti. Foto-foto satelit ini tak pelak menjadi sebuah pukulan menyusul terciptanya dialog antara Korut dan Korsel setelah lebih dari dua tahun tak saling tegur sapa dan selalu diselimut ketegangan. Dalam dialog tersebut, Seoul setuju memberikan izin kepada Pyongyang untuk mengirimkan delegasi yang akan berlaga pada Olimpiade Musim Dingin, di mana Seoul menjadi tuan rumah.

Sayang, dalam dialog pada Selasa (9/1), pemerintah Korut tidak mau membuat janji mengenai program senjata nuklirnya dan bersikap sinis ketika ditanya soal denuklirisasi oleh para wartawan Korsel. Pyongyang mengatakan denuklirisasi bukan untuk didiskusikan. “Bom hidrogen, nuklir dan ICBM serta seluruh senjatasenjata berteknologi tinggi kami menyasar AS,” kata Kepala Delegasi Korut dalam perundingan dengan Korsel, Ri Son-gwon.

 

uci/Afp/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment