Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Krisis Semenanjung Korea I Menlu AS Tunggu Itikad Korut untuk Berdialog di Pyongyang

Korsel Tak Mau Buru-buru

Korsel Tak Mau Buru-buru

Foto : AFP/Florian CHOBLET
Tanggapan Moon l Presiden Korsel, Moon Jae-in (tengah) saat berkunjung ke media center Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korsel, Sabtu (17/2). Dalam kesempatan ini, Presiden Moon menyatakan dirinya tak mau diburu-buru menanggapi rencana pertemuan antar-Korea di Pyongyang yang digagas pemimpin Korut, Kim Jong-un.
A   A   A   Pengaturan Font

Korsel belum mau menanggapi rencana pertemuan antar-Korea di Pyongyang. Presiden Korsel, Moon Jae-in beralasan, pertemuan di Pyongyang masih terlalu dini.

PYEONGCHANG – Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, pada Sabtu (17/2) mengatakan masih terlalu dini untuk memikirkan pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Utara (Korut) dimana Seoul telah membuka peluang perundingan dengan negara tetangganya yang memiliki persenjataan nuklir itu.

Komentar Presiden Moon itu dilontarkan setelah pekan lalu ia menerima undangan dari pemimpin Korut, Kim Jong-un agar Presiden Moon mau melakukan perundingan di Pyongyang.

“Ada banyak harapan mencuat terkait pertemuan tingkat tinggi Korsel-Korut. Namun saya pikir tak perlu terburu-buru,” kata Presiden Moon saat dicegat wartawan di media center di Pyeongchang. “Kami tak ingin terlalu gegabah dan berangan-angan terlalu tinggi,” imbuh Presiden Korsel itu.

Undangan Kim Jong-un disampaikan oleh adik perempuan Kim Jong-un yang bernama Kim Yo-jong yang datang ke Korsel dalam rombongan petinggi Korut yang menghadiri Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korsel.

“Perlu sebuah konsensus 1umum bagi peningkatan dialog secara berkelanjutan antara AS dan Korut,” kata Presiden Moon. “Kami amat menantikan perundingan antar-Korea nantinya akan menjadi awal dialog antara Korut dan AS serta deknulirisasi,” imbuh Presiden Moon.

Tanggapan AS

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, pada Minggu (18/2) mengatakan bahwa AS masih menunggu itikad Korut siap melakukan dialog langsung dengan Korsel maupun AS.

“Tugas saya sebagai ketua diplomat adalah menyakinkan pada Korut bahwa saluran diplomasi kami masih tetap terbuka,” kata Menlu Tillerson dalam sesi wawancara dengan jaringan televisi CBS pada acara “60 Minutes.”

“Saya masih terus menunggu dan belum mau mengeluarkan pesan balasan karena tak ada yang harus disampaikan pada Korut saat ini. Saya tunggu saatnya jika mereka siap berunding,” imbuh dia.

Setelah ada undangan dari pemimpin Korut, gencar tersebar spekulasi terkait rencana perundingan langsung antara Pyongyang, Seoul dan Washington DC, setelah sebelumnya selama berbulan-bulan terjadi kondisi saling ancam.

Merespons spekulasi ini, sejumlah diplomat tinggi AS menegaskan tak akan ada keringanan yang ditawarkan pada Korut saat mereka berada di meja perundingan.

“Kami ingin bahwa sudah waktunya Korut memutuskan secara tulus bahwa mereka siap berdialog lagi dengan kami,” pungkas Menlu AS. AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment