Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Sengketa Perdagangan

Korsel Libatkan AS dalam Persaingan Teknologi

Korsel Libatkan AS dalam Persaingan Teknologi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL - Korea Selatan (Kor­sel) berusaha melibatkan Ame­rika Serikat (AS) untuk mem­bantu mengatasi perselisih­an negara itu dengan Jepang. Upaya ini dilakukan dalam se­rangkaian pembicaraan ting­kat tinggi di Washington DC, dimana Korsel mengeluarkan peringatan soal dampak nega­tif perselisihan kedua negara terhadap perdagangan global.

Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung-wha, telah me­lakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dimana ia menyampaikan kekhawatiran Seoul tentang pembatasan eks­por Jepang, yang mempenga­ruhi produk-produk teknolo­gi tinggi.

“Menlu Kang mengatakan, pembatasan perdagangan Je­pang tidak hanya merugikan perusahaan Korsel, tapi juga membawa dampak negatif pa­da tatanan perdagangan du­nia serta perusahaan-perusa­haan AS, karena mengganggu rantai pasokan global. Ini tidak diinginkan tidak hanya dalam hubungan bilateral Korsel -Je­pang tetapi juga kerjasama tri­lateral Korsel-AS-Jepang,” kata Kang kepada Pompeo, seper­ti yang dirilis oleh Kementeri­an Luar Negeri Korsel, Kamis (11/7).

Saat ini Korsel adalah produ­sen chip dan layar komputer terbesar di dunia. Namun pe­kan lalu, Tokyo telah memper­ketat izin ekspor komponen Je­pang yang digunakan sebagai bahan baku oleh perusahaan Korsel seperti Samsung dan SK Hynix.

Seoul menganggap pem­batasan itu sebagai pembala­san politik atas putusan peng­adilan yang memerintah­kan perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi ke­pada Korsel bagi korban ker­ja paksa di masa Perang Du­nia II. Tokyo membantah tu­duhan itu, tapi pembatasan telah memicu gerakan boikot produk Jepang di Korsel dan perpecahan diplomatik yang semakin luas.

Pada Kamis, partai yang berkuasa di Korsel memasti­kan dana sebesar 300 miliar won (sekitar 254,8 juta dol­lar AS) akan digelontorkan da­lam anggaran tambahan untuk membantu perusahaan yang terdampak pembatasan ekspor Jepang.

Pendapat Pengamat

Menurut pakar ilmu politik dari Chonnam National Uni­versity, Yoon Sung-suk, Kor­sel berusaha menggunakan aliansi tiga arah antara Seoul, Washington DC, dan Tokyo, untuk mendorong campur tangan AS.

“Presiden Trump akan me­rasa wajib terlibat karena Wa­shington DC tidak akan mem­biarkan perselisihan antara dua sekutu kuncinya lepas ken­dali, pada saat AS ingin mem­bendung pengaruh Tiongkok yang tumbuh di wilayah itu, dan membutuhkan kerja sa­ma mereka dalam membujuk Korea Utara (Korut) untuk me­lucuti senjata nuklirnya,” kata Yoon.

Sementara itu mantan Du­ta Besar Korsel untuk Jepang, Shin Kak-soo, memperingat­kan, perselisihan saat ini dapat membahayakan kerja sama tri­lateral dan mendesak AS untuk campur tangan.

“Masalah antara Seoul dan Tokyo dapat melemahkan koa­lisi, sementara Korut berga­bung dengan Tiongkok dan Russia untuk kerja sama trilat­eral. Sangat penting bagi kedua negara dan orang-orang untuk menenangkan diri,” pungkas dia.  SB/SCMP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment