Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments
Kinerja Perseroan - Tiga Anak Usaha PTPP Dipersiapkan IPO di BEI

Kontrak Baru Emiten Konstruksi Capai Rp20,2 Triliun

Kontrak Baru Emiten Konstruksi Capai Rp20,2 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Komposisi kepemilikan kontrak baru berasal dari BUMN 62,5 persen, swasta 26,3 persen, dan pemerintah 11,2 persen.

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sepanjang semester pertama 2017 atau hingga akhir Juni 2017 berhasil membukukan kontrak baru sebesar 20,2 triliun rupiah. Pencapaian kontrak baru sebesar 20,2 triliun rupiah terdiri dari kontrak baru yang berasal dari induk Perseroan sebesar 17,8 triliun rupiah dan anak usaha 2,4 triliun rupiah.

Direktur Utama PTPP Tumiyana mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 43 persen, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar 14,1 triliun rupiah. “Semester pertama 2017 ini, Perseroan berhasil mencapai kontrak baru sebesar 49,7 persen dari total target yang ditetapkan oleh Perseroan sepanjang tahun ini, yaitu sebesar 40,6 triliun rupiah,” ungkap Tumiyana, di Jakarta, Senin (17/7).

Adapun komposisi kepemilikan (owner) perolehan kontrak baru Perseroan hingga Juni 2017 berasal dari BUMN sebesar 62,5 persen, swasta 26,3 persen dan pemerintah 11,2 persen. Proyek-proyek yang berhasil diraih emiten konstruksi pelat merah ini selama Juni, antara lain Pembangunan Marine Facilities dan Tangki Penyimpanan Minyak Mentah 3 x 200.000 m3 di Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebesar 2,3 triliun rupiah, Jalan Tol Ruas Bakauheni–Terbanggi Besar Paket 1 Bakauheni– Sidomulyo (lanjutan) sebesar 1,1 triliun rupiah, Depok Stater City satu triliun rupiah.

Selanjutnya, Runway tiga Bandara Soekarno Hatta (Taxiway) sebesar 658 miliar rupiah, Pembangunan Bendungan Lolak Paket II sebesar 447 miliar rupiah, CSTS Tangguh 390 miliar rupiah, Universitas Negeri Surabaya 165 miliar rupiah, Jalur Kereta Api Bandar Tinggi Kuala Tanjung 163 miliar rupiah, Universitas Tanjung Pura Kalimantan Barat 159 miliar rupiah, dan sebagainya.

Adapun untuk jenis atau tipe pekerjaan, menurut Tumiyana, berasal dari pengerjaan gedung sebesar 32 persen, EPC 36 persen, jalan jembatan 19 persen dan bangunan air 14 persen. “Perseroan masih optimistis target kontrak baru 2017 sebesar 40,6 triliun rupiah ini dapat terlampaui di akhir tahun ini,” tegas Tumiyana. Untuk itu, Perseroan memprognosakan dapat meraih pendapatan usaha pada semester I-2017 sebesar 8,1 triliun rupiah atau tumbuh 27 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 6,4 triliun rupiah.

 

Persiapan IPO

 

Terkait aksi korporasi anak usaha lainnya di pasar modal, saat ini Perseroan sedang mempersiapkan tiga anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum saham atau Initial Public Offering (IPO), di antaranya PT PP Presisi, PT PP Urban, dan PT PP Energi.

Dalam hal ini anak usaha yang dipersiapkan IPO terlebih dahulu, yaitu PT PP Presisi yang semula bernama PT PP Peralatan ditargetkan dapat segera melantai di BEI pada Oktober 2017. PP Presisi kini tengah melaksanakan tender pengadaan jasa Lembaga/Profesi Penunjang Pasar Modal untuk mendukung kegiatan IPO tersebut.

Proses penunjukan Lembaga/Prosesi Penunjang tersebut diharapkan dapat selesai pada minggu ketiga Juli 2017, sehingga proses pernyataan pendaftaran IPO ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dapat segera dilakukan. Seiring dengan berjalannya proses IPO PP Presisi, Perseroan juga akan melaksanakan proses IPO PT PP Urban dan PT PP Energi agar dapat melantai di Bursa pada kuartal IV-2017. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment