Koran Jakarta | December 16 2017
No Comments
Prospek Usaha

Kontrak Baru ADHI Capai Rp30 Triliun

Kontrak Baru ADHI Capai Rp30 Triliun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Emiten konstruksi milik pemerintah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus mencatatkan pertumbuhan perolehan kontrak baru dengan membukukan perolehan kontrak baru hingga September 2017 sebesar 30 triliun rupiah (termasuk perolehan kontrak baru dari LRT Jabodebek Fase I). Sekretaris Perusahaan ADHI, Ki Syahgolang Permata mengatakan perolehan kontrak baru pada September 2017 tumbuh 11,9 persen, dibandingkan perolehan kontrak baru pada Agustus sebesar 28,6 triliun rupiah.

Realisasi perolehan kontrak baru pada September 2017 antara lain Jalan Tol Pasuruan-Grati 429,3 miliar rupiah, Air Baku Sambas Kalbar 135,6 miliar rupiah, dan Pembangunan Penahan Tanah dan Dermaga IKD3 Belawan 131,1 miliar rupiah. “Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru September 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 96,3 persen. Sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” ujar dia dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (11/10).

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari pemerintah tercatat 76,9 persen, BUMN sebesar 11,4 persen, sementara swasta/lainnya sebanyak 11,7 persen. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek jalan, jembatan dan LRT sebanyak 71,9 persen, proyek gedung sebanyak 21,3 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 6,8 persen.

Terkait progres LRT Jabodebek Fase I hingga September 2017, sesuai penugasan ADHI pada Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, telah dilaksanakan pembangunan prasarana kereta api ringan/light rail transit wilayah Jabodebek tahap I sejak September 2015 dengan nilai pekerjaan sebesar 21,7 triliun rupiah (termasuk pajak) yang meliputi lintas Pelayanan 1 (Cawang-Cibubur), Lintas Pelayanan 2 (Cawang- Kuningan-Dukuh Atas), Lintas Pelayanan 3 (Cawang-Bekasi Timur).

Sampai dengan saat ini, tambah dia, pogres pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan / light rail transit wilayah Jabodebek telah mencapai 21,9 persen. Untuk progres masing-masing lintas pelayanan yaitu Cawang- Cibubur 40,4 persen, Cawang- Kuningan-Dukuh Atas 7,6 persen, Cawang-Bekasi Timur 23,6 persen. “Progress pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan/light rail transit wilayah Jabodebek direncanakan selesai pada tahun 2019,” pungkasnya. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment