Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat, soal Pengelolaan Air Bersih

Kontrak Aetra dan Palyja Segera Berakhir

Kontrak Aetra dan Palyja Segera Berakhir

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pasokan air bersih bagi masyarakat Ibu Kota belum sepenuhnya terlayani dengan baik. Beberapa wilayah masih mengandalkan air jerigen yang dibeli dengan harga cukup tinggi.

Di Jakarta, pengelolaan air bersih didelegasikan kepada swasta yakni PT Palyja untuk wilayah Barat dan PT Aetra untuk wilayah timur. Padahal, Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar air dikelola sepenuhnya oleh negara. Belakangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan restrukturisasi perjanjian konsesi dengan operator swasta itu.

Untuk mengetahui rencana restruktuisasi kelola air, reporter Koran Jakarta, Peri Irawan mewawancarai Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (25/9). Berikut petikannya:

Bisa Anda gambarkan, bagaimana ruang lingkup perjanjian pengelolaan air di Jakarta ini?

Kerja sama ini sudah berjalan 20 tahun, masih ada sisa waktu 5 tahun lagi. Dalam proses pengelolaan 20 tahun ini, kita telah berjalan dengan satu bentuk kontrak yang konsesi. Artinya, masing-masing memiliki wilayah operasional. Sehingga, sepenuhnya hak diberikan kepada pengelola atau operator.

Selama 20 tahun itu, PAM Jaya atau Pemprov DKI Jakarta tidak bisa membuat water treatment plant baru, karena tidak dizinkan secara kontrak. Itulah sifat kontrak konsesi. Selama kurun waktu itu, apa yang sudah dicapai PAM Jaya jika semua diserahkan kepada operator?

Dalam waktu itu, banyak sekali target yang sudah tercapai. Contohnya, utang dari PAM Jaya kepada Pemerintah RI sudah lunas 100 persen per Desember 2015. Lalu, tambahan jaringan perpipaan ada 1.000 kilometer, perbaikan jaringan perpipaan juga ada 1.000 kilometer di masing-masing sisi Jakarta.

Kenapa perjanjian konsesi itu perlu direstrukturisasi?

Perjanjian konsesi telah banyak ditinggalkan di berbagai negara di dunia. Sampai akhir 2015, ada 235 negara telah mengembalikan pelayanan air ke publik. Hari ini, kita menyepakati untuk mengembalikan pelayanan air itu kepada Pemerintah Provinsinya.

Lalu, bagaimana dengan peran swasta dalam penyediaan air baku itu?

Pada akhir 2015, Pemerintah mengeluarkan PP No 122 tahun 2015. PP itu mengatur, kontrak yang sudah berjalan boleh berlangsung terus sampai akhir masa kontrak. Ini yang terbaik demi kepercayaan masyarakat luar negeri terhadap perekonomian di Indonesia. Tapi di sisi lain, diatur juga bagaimana pelayanan air itu mesti diselenggarakan. Artinya, semua segmen yang menyangkut tentang pelayanan publik seyogyanya ditangani oleh perusahaan yang memang dibentuk khusus oleh pemerintah daerah.

Apakah mereka sudah setuju perjanjian itu direstrukturisasi?

Mitra ini sepakat untuk memasuki pembicaraan restrukturisasi dan intinya mengarah pada pengembalian segmen pelayanan publik, pengembalian segmen pengelolaan air baku kepada PAM Jaya. Sehingga mitra hanya membantu di sektor water treatment plant dan jaringan. Dua hal ini, kita memerlukan banyak bantuan dari swasta. Kesepakatan ini akan membuka langkah-langkah negosiasi lebih lanjut. Intinya satu hal, berapa harga air yang bisa PAM Jaya bayarkan. Sehingga pemerintah bisa terus melayani publiknya.

Berapa lama hal itu bisa dilakukan?

MoU-nya habis enam bulan. Sekarang kita ulang, dan Aetra serta PALYJA juga sudah mau. Enam bulan dari sekarang, PAM Jaya mulai melayani publik secara langsung. Kalau selama ini kan PALYJA atau Aetra. Kedua, masalah penyediaan air baku menjadi penyediaan tanggung jawab kami, PAM Jaya.

Mulai kapan PAM Jaya melayani langsung masyarakat?

Kami targetkan enam bulan dari hari ini, kesepakatan tentang pengembalian itu sudah harus terjadi.

Artinya MOU ini belum final?

Belum ada. Yang akan terjadi dalam enam bulan ke depan adalah, kalau selama ini namanya water charge itu dibayarkan, setelah sebagian pekerjaan itu kembali ke PAM Jaya, tentu water chargenya mesti turun. Turunnya berapa, ini akan dinegosiasikan. P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment