Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
“Desain Interior”

Konsep Museum Hadirkan Nuansa Sejarah

Konsep Museum Hadirkan Nuansa Sejarah
A   A   A   Pengaturan Font

Menempatkan benda-benda yang memiliki nilai sejarah, mampu mengingatkan kenangan manis di masa lalu.

Benda-benda masa lalu tidak selamanya harus dibuang begitu saja. Barang-barang kuno itu, juga tak harus ditempatkan di gudang maupun dijual di pasar barang bekas.

Oleh sebagian orang, barang-barang lawas dapat menjadi pajangan unik yang bernilai sejarah. Artinya, benda-benda lama tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pajangan, baik di tempat tinggal maupun di ruang publik, seperti kafe dan restoran.

Ya, menempatkan benda-benda yang memiliki nilai sejarah, memang mampu mengingatkan kenangan manis di masa lalu. Konsep memajang benda-benda lama di sebuah ruangan inilah, yang diadopsi beberapa desainer interior.

Misalnya, ada beragam alat-alat musik dari masa ke masa yang terpajang di sebuah kafe. Alat musik tersebut menjadi interior untuk menguatkan konsep ruang yang identik dengan musik.

Alhasil, dengan konsep itu, pengunjung akan merasakan aura musikalitas di dalam kafe tersebut. Konsep ini unik dan menambah indah sebuah tampilan ruangan.

Apalagi selama ini, benda-benda bersejarah selalu identik tertinggal di dalam museum yang penuh debu dan sunyi. Padahal, keberadaan museum sebagai tempat penyimpan benda bersejarah dapat bergeser ke ruang publik maupun rumah tinggal.

Rohadi, desainer interior mengatakan museum dapat dihadirkan disejumlah tempat. “Di kafe bisa kita hadirkan museum, misalnya di sudut (ruang), ruangnya tidak perlu terlalu luas,” ujar desainer interior yang berkonsentrasi dalam interior museum tersebut yang ditemui beberapa waktu lalu.

Benda-benda yang dipajang akan mengingatkan pada peristiwa di masa lalu. Benda-benda tersebut dapat menjadi nostalgia untuk para penikmatnya.

Sejenak, mereka akan kembali ke suasana masa lalu yang dapat menyenangkan hati. Ada makna yang lebih dalam pada benda yang dipajang ketimbang benda pabrikan.

Selain sebagai interior, museum dapat menyelamatkan bangunan lama dari aksi pembongkaran. Seperti bangunan lama di Kota Tua, Jakarta, bangunan tersebut dilestarikan sehingga keberadaannya dapat terselamatkan.

Saat ini, banyak bangunan yang dimanfaatkan sebagai kafe maupun restoran. Alhasil, masyarakat dapat menikmati keindahan masa lalu sembari melestarikan bangunan.

Tak kurang, koleksi pribadi dapat menjadi benda-benda yang dimuseumkan. Sebagai contoh, koleksi berbagai foto dapat menjadi pajangan di sejumlah sudut rumah.

Foto-foto tersebut juga dapat tersimpan secara digital. Selain itu, foto dapat menjadi media networking pada sesama penggemar foto.

Benda-benda yang dimuseumkan dapat berupa benda-benda yang menjadi kesenang atau hobi. Benda tersebut dapat dikategorikan menurut masanya. Sehingga, benda yang dipajang dapat menggambarkan sebuah perjalanan waktu.

Rohadi menyadari bahwa memuseumkan benda maupun gedung bukan perkara sederhana. Permasalahannya masih terken dalam pada perawatan. Sejumlah benda peninggalan membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.

Terlebih, peraturan-peraturan daerah belum mendukung keberadaan gedung bersejarah. Beberapa gedung lama banyak dibongkar menjadi bangunan vertikal. Padahal, gedung bersejarah tersebut menjadi pendukung para pekerja kreatif, seperti tempat syuting berbagai tayangan.

Hal yang sama terjadi di masyarakat, mereka belum sepenuhnya menyadari arti peninggalan bersejarah. Sehingga, benda-benda yang menyimpan cerita masa lalu hilang ditelan perkembangan jaman.

Rohadi berharap dengan masuknya benda-benda bersejarah dalam kafe maupun rumah tinggal sebagai gaya hidup masa kini, masyarakat mulai menyadari keindahan dan makna keberadaan sebuah benda bersejarah. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment