Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments

Konsep Interaktif Arsitektur di Ruang Publik

Konsep Interaktif Arsitektur di Ruang Publik

Foto : ISTIMEWA
Tata kelola ruang terbuka hijau yang ramai dikunjungi masyarakat.
A   A   A   Pengaturan Font

Ruang Terbuka Hijau yang diolah menjadi ruang publik dapat meminimalkan prilaku kriminal. Interaksi antar warga di ruang publik akan mengurangi saling mencurigai antara satu dengan yang lainnya.

“Kalau ruang terbuka hijau bersifat publik itu akan saling menjaga, bahkan bisa main sampai 24 jam,” ujar Yori Antar, arsitek, dalam bincang arsitek di Kemang, Jakarta, Senin (17/4). Arsitek yang mendesain Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo dan RTH TBS Park milik Asiana group di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan ini mengatakan ruang terbuka hijau yang menjadi ruang publik sekaligus mengembalikan hak-hak manusia.       

Dalam membangun ruang publik, Yori mengajak warga di kawasan tersebut untuk lebih aktif, sebagai contoh ruang publik yang ada di Brasil. “Saya di Brasil, Rio de Janerio, rasanya sepertiga orang di Brasil setiap hari kumpul di pantai, olah raga dan sebagainya. Alat olah raga bisa dipakai beramai-ramai,” ujar dia. Konsep tersebutlah yang ingin diusung dalam sebuah ruang publik. Kawasan tersebut menyediakan alat olah raga.

Untuk konstruksinya, Yori memilih konstruksi bongkar pasang dengan alasan lebih ringan. Karena, bangunan berada di ruang yang tidak teratur. “Kalijodo itu ijinnya cuman sementara, tiga tahun jadi bisa diperpanjang. Kita pakai konstruksi yang ringan biar bisa dipindah-pindahkan,” ujar dia yang tengah akan menggarap RTH Kalijodo tahap dua, berupa musholla. Ramainya kendaraan dari para pengunjung sebagai imbas belum selesainya tahapan pembangunan RTH Kalijodo. Pada tahap akhir, kawasan dihubungkan dengan perumahan yang dapat digunakan untuk usaha kuliner.

Sementara untuk RTH Lapangan Banteng yang tengah dalam penggodokan, Yori akan menempatkan air mancur di kawasan tersebut. Masterplan yang telah disetujui gubernur dan proses perijinan telah selesai ini akan menempatkan relief pembebasan Irian Barat, selain fasilitas olah raga. Saat ini, RTH tengah  mencari developer yang memiliki kewajiban KLB.

Sementara, kawasan wisata religi di Luar Batang dan makan Mbak Priok, Jakarta Utara tidak akan menghilangkan masjid setempat. Yori telah membuat rancangan masjid pendopo bergaya Walisongo. Konsepnya seperti otoman style dengan beberapa gerbang. Wilayah tersebut sekaligus menjadi wisata bahari yang dilengkapi pelabuhan Kapal Pinisi yang akan dihubungkan dengan sky walk. Selain itu, kawasan akan dilengkapi dengan tempat kuliner, kesenian maupun kerajinan. Beberapa rumah deret menjadi bagian konsep wilayah yang kental dengan budaya Bugis.

Meski memberikan ruang komersial  (seperti kuliner) di kawasan RTH, Yori menyanggah jika ruang publik tersebut seolah-olah memindahkan  pusat perbelanjaan ke luar ruangan. “Enggak, kulinernya lebih sehat,” ujar dia.  din/E-6

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment