Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Evaluasi Regulasi

Kompleksitas Ekonomi Digital Perlu Dipahami

Kompleksitas Ekonomi Digital Perlu Dipahami

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

HANGZHOU– Ketepatan rancangan kebijakan dan regulasi akan menentukan kecepatan dan kedalaman Indonesia dalam memanfaatkan dan mengembangkan ekonomi digital. Untuk itu, pembuat kebijakan perlu memahami dinamika dan kompleksitas ekonomi digital, khususnya e-commerce. Pemahaman kebutuhan dukungan pemerintah yang bersifat lintas sektor juga perlu menjadi perhatian.

“Pemerintah Indonesia saat ini sedang meninjau ulang kebijakan terkait equal playing field di sektor ekonomi digital, cross-border e-commerce, perlindungan data pribadi dalam transaksi elektronik, pengembangan produk lokal dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam e-commerce, dan pengembangan talenta digital,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin dalam workshop bertajuk Global Initiative – New Economy di Kampus Alibaba di Hangzhou, Tiongkok, Rabu (14/3).

Dalam workshop itu mengupas tentang kebijakan Pemerintah Tiongkok yang mendukung pengembangan ekonomi digital, pemanfaatan finansial digital untuk melayani masyarakat unbanked, pengembangan kawasan perdesaan melalui e-commerce dan fasilitasi cross-border e-commerce bagi UMKM.

Senada dengan Rudy Salahuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melalui video conference dari Jakarta menyampaikan Indonesia memiliki visi untuk menjadi energi digital terbesar di Asia.

“Pemerintah RI serius dan optimistis dapat mencapai visi tersebut. Namun diperlukan kesepahaman sama antar Kementerian / Lembaga mengenai ekonomi digital, e-commerce, dan isu-isu terkait khususnya logistik, sistem pembayaran, dan UKM,” terangnya.

Reposisi Peran

Mengingat ekonomi digital berkembang dengan sangat dinamis, pemerintah harus dapat melakukan reposisi peran dari regulator menjadi akselerator. Indonesia juga harus mengikuti perkembangan ekonomi digital global.

“Dalam hal ini, Tiongkok dan India dinilai sebagai pusat dari perkembangan tersebut sehingga belajar ekosistem ekonomi digital dari Tiongkok merupakan hal yang tepat,” ujar Rudiantara.

Pihak Alibaba Group yang diwakili oleh Head of Alibaba Globalization Leadership Group Angel Zhao dan Vice President Global Initiatives Brian A Wong turut menyampaikan pendapat. Menurut keduanya, peta jalan e-commerce Indonesia sejalan dengan misi Alibaba yaitu mempermudah berjalannya bisnis di manapun berada.

Untuk itu, Alibaba berharap dapat mendukung pengembangan UKM Indonesia melalui ekspor barang dan jasa Indonesia, serta meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia.

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment