Komisioner Bawaslu Papua Barat Dicopot | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Penyelenggara Pemilihan

Komisioner Bawaslu Papua Barat Dicopot

Komisioner Bawaslu Papua Barat Dicopot

Foto : ISTIMEWA
Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja
A   A   A   Pengaturan Font

MANOKWARI - Seorang Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Barat dicopot karena terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi. Pelantikan anggota baru pada pergantian antar waktu (PAW) atas anggota Bawaslu Papua Ba­rat berinisial AN itu akan dilak­sanakan paling lambat Februari 2020.

“Yang bersangkutan saat ini sudah menjalani putusan peng­adilan, sudah ada putusan ink­rah dan kami sudah menerima salinannya. Maka dari itu kami melakukan PAW,” kata anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, di Ma­nokwari, Sabtu (18/1).

Untuk itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu memverifikasi tiga orang calon pengganti AN. Pada verifikasi ini, ujar Bagja, pihaknya hanya ingin memastikan bahwa calon pengganti AN ini memenuhi se­luruh persyaratan sebagai ang­gota Bawaslu.

“Ini bukan fit and proper test lho ya. Ini hanya sekadar untuk memastikan bahwa yang ber­sangkutan benar-benar fit. Arti­nya dia bukan anggota partai dan lain sebagainya,” ujar Bagja.

Bagja memastikan, fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan segera dilaksana­kan. Selanjutnya Bawaslu akan menggelar pleno untuk mene­tapkan nama pengganti AN. Pleno dilaksanakan di Jakarta, termasuk pelantikannya.

Setelah itu yang bersang­kutan kembali ke daerah untuk menjalankan tugas. Ia meng­akui, proses PAW ini cukup lambat karena di awal proses ini ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

Tertib Administrasi

Untuk mencegah terjadinya kasus hukum yang menimpa anggota penyelenggara pemi­lihan di daerah, Bawaslu Kabu­paten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan para panitia pengawas di tingkat keca­matan tertib administrasi dan pelaporan keuangan.

“Berbagai kegiatan yang dilakukan Panwas­cam menggunakan ang­garan negara. Jadi harus tertib dan sesuai perun­tukannya agar se­luruh kegiatan bisa berjalan dengan baik se­hingga tugas pokok pengawasan Pilka­da 2020 maksimal,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Ba­rat, Rio F Pahlevi.

Guna menunjang kinerja para Panwascam dalam meng­awasi seluruh tahapan penye­lenggaraan Pilkada 2020 dibu­tuhkan dukungan para pegawai kes­ekretariatan yang paham penggu­naan anggaran dan pola pela­poran. Untuk itu, tambah Rio, Bawaslu Kabu­paten Bang­ka Ba­rat telah melatih sekaligus rapat kerja dengan para pegawai se­kretariat Panwascam.

“Mereka kami bekali dengan keterampilan pola pelaporan administrasi, kami berharap da­pat diterapkan sehingga men­dukung kinerja para Panwas­cam yang memiliki tugas dan tanggung jawab cukup berat da­lam pelaksanaan Pilkada 2020,” kata Rio.

Dalam rapat kerja yang di­gelar di kantor Bawaslu Bangka Barat tersebut disepakati para kepala sekretariat Panwascam untuk menunjuk satu orang pe­gawai yang bertanggung jawab atas barang inventaris. “Kami juga akan memonitor terkait pengeluaran anggaran Panwas­cam agar berjalan sesuai aturan keuangan,” katanya. ags/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment