Kobaran Api Raksasa Terbentuk di Sydney Utara | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments
Kebakaran Semak Australia

Kobaran Api Raksasa Terbentuk di Sydney Utara

Kobaran Api Raksasa Terbentuk di Sydney Utara

Foto : AFP/Australia Walkabout Wildlife Park
A   A   A   Pengaturan Font

SYDNEY - Beberapa titik api dalam kebakaran semak di Australia telah bergabung hingga membentuk kobaran api raksasa (mega fire) yang menghanguskan bidang tanah yang amat luas di Sydney utara. Atas terbentuknya mega fire itu, pihak berwenang lokal pada Jumat (6/12) segera mengeluarkan peringatan bahaya karena kebakaran itu sudah di luar kendali dan mereka tidak dapat menahannya.

“Diperkirakan ada lebih dari delapan titik api yang bergabung dan membentuk mega fire di sebuah area taman hutan nasional,” kata Wakil Komisaris Dinas Pemadam Kebakaran Negara Bagian New South Wales, Rob Rogers.

Disampaikan oleh Rogers bahwa kobaran api raksasa telah menghanguskan lahan seluas 300 ribu hektare dengan lebar sekitar 60 kilometer yang lokasinya kurang dari satu jam berkendara dari Sydney.

Ditambahkan Rogers bahwa kobaran api masih terlokalisir di area tersebut dan petugas PMK tak bisa berbuat apa-apa untuk memadamkannya dan hanya melakukan tindakan untuk mengungsikan warga, melindungi properti mereka dan berharap kobara api akan padam degan sendirinya.

“Kami tidak dapat menghentikan kebakaran ini. Mereka akan terus menyala sampai mati dengan sendirinya, lalu baru kami akan mencoba melakukan apa yang kami bisa lakukan untuk mengatasinya,” kata Rogers kepada radio ABC. “Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berusaha melindungi properti dan orang sebanyak yang kita bisa,” tambah dia.

Kemarau panjang telah menyebabkan sebagian besar wilayah Australia timur mengalami kekeringan dan bencana kebakaran terjadi setiap hari selama tiga bulan terakhir. Kebakaran semak merupakan hal yang lazim terjadi di Australia, namun para ilmuwan mengatakan musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan dengan intensitas kekeringan yang lebih besar karena dipicu oleh pemanasan global.

Selain berupaya mengevakuasi warga, petugas di Taman Margasatwa Walkabout yang berada dekat lokasi kebakaran semak, terlihat sibuk menyelamatkan 300 hewan ke tempat yang aman.

“Kami telah memindahkan kadal, dingo, merak dan hewan berkantung (marsupial) ketika petugas pemadam kebakaran sibuk memerangi lebih dari 100 titik api di sekitar pesisir timur. Kebakaran ini tak terduga sehingga kami harus tetap bersiaga,” pungkas Tassin Barnard, manajer umum Taman Margasatwa Walkabout. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment