Koran Jakarta | June 25 2018
No Comments
Pembunuhan Gajah

KLHK Akan Usut Kematian “Bunta”

KLHK Akan Usut Kematian “Bunta”

Foto : istimewa
Ambil Sampel - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Tim Dokter Hewan melakukan pembedahan dan mengambil sampel gajah Sumatera yang mati di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Serbajadi di Desa Bunin, Aceh Timur, Minggu (10/6).
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), akan menyelidiki dan mengusut secara tuntas kematian gajah bernama “Bunta” yang diracun orang tak dikenal pada Sabtu akhir pekan ini.

“Kita segera memanggil pihak conservation of respond unit (CRU ) Serbajadi, Aceh Timur, Provinsi Aceh, dan akan mengusut kematian gajah yang dibunuh di tempat konservasi tersebut,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, saat meninjau pengelolaan sampah saat mudik di Tol Cikampek, Rabu (13/6).

Pembunuhan gajah jantan tersebut terjadi pada Sabtu (9/6) sekitar pukul 08.00 WIB, di kawasan Conservation Respons Unit, di Dusun Jamur Batang, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

Polisi menduga pelaku datang ke CRU Serbajadi, Aceh Timur dan selanjutnya memberikan pisang dan mangga yang sudah ditaruh racun ke gajah itu.

Setelah hewan bertubuh besar itu ambruk, pelaku kemudian memotong pipi gajah untuk diambil gading.

Aksi pembunuhan gajah jinak ini baru diketahui setelah mahout (pawang gajah) datang ke lokasi Aparat terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkata (TKP), dengan mengambil sampel untuk kebutuhan penyelidikan.

Sampel tersebut telah dikirim ke Puslabfor Polri Cabang Medan. Siti mengingatkan penyelidikan kasus matinya “Bunta” ini sangat penting sekali, apalagi kawasan CRU, di Dusun Jamur Batang itu mendapatkan bantuan dana dari pihak swasta. Pemerintah wajib menjaga kepercayaan dari pihak swasta itu.

“Secara keseluruhan di Aceh itu ada pusat tempat konservasi gajah sebanyak 7 CRU. Unit ini mendapat bantuan dari USAID, Astra.

Jadi biayanya dari mitra,” tutur Siti. Sementara itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf akan menghadiahi 100 juta rupiah bagi siapapun yang bisa memberi informasi lengkap tentang pelaku pembunuhan gajah Bunta itu.

Informasi itu disampaikan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melalui akun facebook-nya, Rabu (13) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh juga mengumumkan hal yang sama. BKSDA akan memberi 10 juta juta rupiah. sur/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment