Koran Jakarta | May 23 2017
No Comments
Produk Keuangan

Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp96,05 Triliun

Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp96,05 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat sepanjang 2016 total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat 32,4 persen menjadi sebesar 96,05 triliun rupiah, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 72,57 triliun rupiah.

“Peningkatan ini dapat terjadi akibat bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun pengalihan dana untuk keperluan lainnya,” Ketua Bidang Regulasi dan Best Practices AAJI, Maryoso Sumaryono, di Jakarta, Kamis (16/2).

Klaim Nilai Tebus (Surrender) sebesar 52,32 triliun rupiah memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 54,5 persen dari total klaim yang dibayarkan. Klaim nilai tebus tersebut meningkat sebesar 49,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 35,12 triliun rupiah.

Sementara klaim meninggal dunia juga mengalami peningkatan sebesar 20,8 persen, dari 6,85 triliun rupiah pada 2015, menjadi 8,28 triliun rupiah pada 2016. Sedangkan klaim penarikan sebagian (Partial Withdrawal) meningkat 7,7 persen menjadi 13,57 triliun rupiah, dibandingkan periode yang sama 2015 yang sebesar 12,59 triliun rupiah.

Selain itu, klaim kesehatan (medical) turut meningkat sebesar 28,5 persen menjadi 9,29 triliun rupiah, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 7,23 triliun rupiah.

“Peningkatan angka ini menggambarkan bahwa masyarakat betul-betul merasakan manfaat dan layanan asuransi kesehatan serta menyadarkan kita akan pentingnya perlindungan kesehatan,” kata Maryoso.

 

Total Tertanggung

 

AAJI juga mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi secara perlahan terus meningkat. Ini ditunjukkan dengan bertumbuhnya total tertanggung.

Total tertanggung industri asuransi jiwa di akhir 2016 tercatat tumbuh 4,1 persen menjadi 57,23 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya 54,96 juta orang.

Peningkatan itu meliputi pertumbuhan total tertanggung individu, yang meningkat 8,8 persen menjadi 17,69 juta orang, dan total tertanggung kumpulan meningkat 2,1 persen atau sebesar 39,53 juta orang.

Selama tiga tahun terakhir, kuartal IV-2014 sampai kuartal IV-2016, jumlah tertanggung mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 3,2 persen.

“Pertumbuhan total tertanggung ini, menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi dan pemahaman pentingnya berasuransi yang perlahan-lahan terus meningkat,” kata Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu.

Menurut Togar, untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan di industri asuransi jiwa maka tenaga pemasar memainkan peran kunci.

 

Ant/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment