Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Pengelolaan SDA Kelautan - Sinergi KKP-TNI Selama 4 Tahun Terakhir Dinilai Berjalan Baik

KKP-TNI Jaga Kedaulatan Maritim

KKP-TNI Jaga Kedaulatan Maritim

Foto : ISTIMEWA
SINERGI ANTAR LEMBAGA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) bertukar naskah kerja sama dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahtanto usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Senin (11/2).
A   A   A   Pengaturan Font
TNI siap menggelar kekuatan jika dibutuhkan oleh KKP dalam pengamanan laut Indonesia, termasuk pemberantasan tindakan pencurian ikan dan sumber daya laut lainnya.

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI bersinergi dalam rangka memperkuat pengamanan dan ketahanan pangan di sektor kelautan dan perikanan nasional. “Food security betul akan menjadi konflik di mana-mana. Begitu juga dengan energi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam penandatanganan MoU KKP-TNI, di Jakarta, Senin (11/2).

Untuk itu, ujar Menteri Susi, sangatlah tepat bila TNI dengan segala kapasitas dan kekuatannya membantu membawa KKP untuk terus bisa melakukan program dan kebijakan guna memastikan sumber daya laut dan perikanan akan terus ada, produktif, dan banyak untuk selama-lamanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan bahwa penandatangan MoU ini merupakan bentuk untuk memudahkan kerja sama antara KKP-TNI yang sudah dilakukan dengan sangat baik selama empat tahun terakhir. “Hal ini dibuktikan dengan peningkatan di sektor perikanan antara lain nilai ekspor, nilai tukar nelayan (NTN), nilai tukar perikanan (NTP), dan nilai konsumsi ikan yang telah tercapai,” paparnya.

Meski demikian, dia merasa bahwa peningkatan pengawasan di sektor kelautan masih perlu dilakukan. Dia menyadari pula bahwa PSDKP (Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) KKP sudah memiliki tupoksi dan tugas untuk menjaga sumber daya kelautan ini. “Namun, kemampuan PSDKP tentulah tidak sebesar TNI.

Di situlah saya memerlukan dukungan panglima (TNI) dan seluruh jajarannya untuk kita menindak ke depan (pengawasan di sektor) sumber daya kelautan yaitu ekspor ilegal sumber daya kelautan, baik minyak mentah, gas, tambang, dan lain sebagainya,” jelas Susi Pudjiastuti.

Dia berpendapat bahwa ekspor ilegal menjadi isu yang perlu diberikan perhatian khusus antara lain karena mengacu pada data yang menunjukkan bahwa eskpor ilegal mencatat kerugian yang bahkan lebih besar dari impor ilegal.

 

Pengelolaan Baik

 

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahtanto, menyatakan kekayaan sumber daya alam nasional di Tanah Air harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik, termasuk dalam sektor kelautan dan perikanan.

“Kita semua bertekad untuk melakukan sinergi antara KKP dan TNI karena kita sadari bahwa mulai dari dasar lautan sampai pucuk gunung, negara ini sangat kaya raya. Namun, kalau kita tidak jaga maka kekayaan itu akan hilang dan kita tidak merasakannya,” kata Panglima TNI.

Menurut dia, dengan pengelolaan perikanan yang baik, diharapkan ke depannya kekayaan sumber daya perikanan yang dimiliki Indonesia dapat dinikmati baik oleh masyarakat pesisir maupun industri perikanan untuk kesejahteraan rakyat.

Bahkan, Panglima menegaskan siap menggelar kekuatan jika dibutuhkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan untuk pengamanan laut Indonesia, termasuk dalam memberantas tindakan pencurian ikan dan sumber daya laut lainnya. “Kami berupaya menghalau gangguan.

Kami siap menggelar kekuatan apabila Ibu perlukan, saya harap semua TNI tetap komitmen mendukung kebijakan KKP dan saya sangat bangga, satu quote buat Ibu: Tenggelamkan!” katanya. 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment