Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

Kisah Putri Gayatri Kunci Sejarah Majapahit

Kisah Putri Gayatri Kunci Sejarah Majapahit

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Putri Rajapatni
Penulis : Putu Felisia
Penerbit : Lokamedia
Cetakan : Pertama, Juni 2019
ISBN : 978-602-5509-52-0

Bila dulu kita berpikir bahwa belajar sejarah itu membo­sankan, mungkin benar. Namun sekarang, belajar sejarah bisa lebih menyenangkan dan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui novel berlatar sejarah.

Buku Putri Rajapatni menceritakan perjalanan hidup Putri Gayatri, salah satu putri Kertanegara, Raja Singasari. Tak seperti saudarinya yang lain, Gayatri bisa dibilang putri nakal. Dia senang melanggar peraturan istana dan membuat repot banyak orang. Meski tak penurut, dia memiliki prin­sip kuat. Dari kenakalannya ini juga, diceritakan untuk pertama kalinya bertemu Raden Wijaya yang kelak menjadi suaminya.

Raden Wijaya sendiri adalah raja pertama Majapahit. Kisah berlanjut tatkala Gayatri memasuki masa de­wasa. Pemberontakan yang dipimpin Prabu Jayakatwang membuat Kertane­gara tewas. Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang dan keluarga Gayatri berantakan. Gayatri berhasil lolos dan terpisah dari saudari-saudarinya.

Hidupnya nyaris tenang setelah itu. Namun, di tengah pengungsian bersama orang kepercayaan, Gayatri dikejutkan dengan kabar pendirian Desa Majapahit dipimpin Raden Wijaya, tepat di hutan tempatnya bersembunyi.

Meski sempat tak ingin diselamat­kan, Gayatri akhirnya memutuskan bergabung ke sebuah padepokan rekanan Raden Wijaya dan belajar banyak hal baru. Di saat yang sama, Raden Wijaya bersama para pengikut setianya tengah merencanakan pem­berontakan atas Jayakatwang.

Untuk melancarkan kudeta, Raden Wijaya merangkul orang Mongolia yang kebetulan tengah berlabuh. Perundingan kerja sama nyaris gagal sebelum Gayatri turun tangan dan menjanjikan sesuatu yang menarik pada Ike Mese, pimpinan orang Mon­golia itu. Berkat dukungan mereka, rombongan Raden Wijaya berhasil menang. Tak sampai di situ saja, mere­ka kemudian juga mengusir pasukan Mongolia. Majapahit pun berdiri.

Tentu saja, semua tak selesai sampai di sana. Intrik perebutan kekuasaan dan politik terus terjadi di istana. Di saat itu, Gayatri tak banyak membantu karena keadaannya sendiri di Istana Keputrian tak lebih baik.

Dari pernikahannya dengan Ra­den Wijaya, dia mendapat dua putri yang kelak salah satunya melahirkan keturunan besar Majapahit. “Pemim­pin yang baik adalah pemimpin yang bijaksana. Dia berbahagia saat rakyat bersukacita. Sementara itu, jika rakyat menderita, dia meneteskan air mata. Itulah pemimpin yang akan dipuja dan dikenang,” (halaman 166).

Gayatri digambarkan sebagai sosok dewi kebijaksanaan yang berhasil melahirkan pemimpin terbaik. Bukan hanya dari rahimnya sendiri, melain­kan juga dari kebijaksanaan dan budi pekerti serta akal yang terasah. Dia juga seorang penganut agama yang taat. Bahkan, Gayatri telah mencapai masa bhiksuni. Keturunan Gayatri yang terkenal adalah Hayam Wuruk yang kelak menyatukan Nusantara bersama Patih Gajah Mada.

Buku ini membuktikan bahwa belajar sejarah tak selalu membo­sankan. Malah, bisa sangat mengas­yikkan. Meski ada beberapa bagian yang didramatisasi, hal itu sama sekali tidak bertujuan untuk mengaburkan sejarah.

Satu hal yang dapat dipanuti dari kisah Putri Gayatri Rajapatni, perem­puan masih bisa berkiprah untuk memajukan masa depan kehidup­annya dan orang di sekitarnya, tanpa harus menunjukkan eksistensi. Salah satu caranya dengan melahirkan generasi terbaik, berbudi luhur, serta tetap menjadi ibu yang bertanggung jawab. Diresensi Siti Maisarah, Lulusan SMK Jurusan Teknik Infor

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment