Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments

Kisah-kisah Hidup Sang Guru yang Menginspirasi

Kisah-kisah Hidup Sang Guru yang Menginspirasi

Ziarah Batin 2019: Renungan dan Catatan Harian
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Ziarah Batin 2019: Renungan dan Catatan Harian
Penulis : Rm Antonious Sad Budianto CM dkk
Penerbit : Obor
Cetakan : 2019
ISBN : 978–979-565–827-6

Ada berbagai cara melayanai umat dari seorang pemuka agama. Salah satunya memberi tuntunan dalam bentuk buku sebagai renungan agar dapat menjadi pe­gangan dalam kehidupa rohani. Inilah salah satu maksud menerbitkan buku semacam Ziarah Batin ini yang se­pertinya dibuat setiap tahun

Tentu saja tetap bersumber pada Alkitab. Penulis mengupas kisah-kisah hidup Yesus dalam bentuk renungan. Tidak kurang dari 300 tema karya. Pelayanan dan kasih kepada sesama selalu menjadi tekanan pengajaran atau hidup Yesus. Diharapkan para murid ikut meneladani contoh yang diberikan.

Natal atau kelahiran Yesus di kan­dang domba menjadi pengawal buku. Sama seperti kisah hidup, dibuka dengan kelahiran. Dia lahir dalam kesederhanaan, jauh dari hiruk pikuk dan kemewahan.

Selalu ada pesan universal dalam pengajaran Yesus yang berlaku bagi setiap manusia melewati batas-batas keduniaan seperti etnis dan kebang­saan. Jangan sampai ada kaum agama yang membenci sesama. Yesus selalu mengingatkan suara hati hendaknya menjadi pegangan hidup. “Bila cinta akan dunia dan keinginan daging memerintah atas dirinya, hatinya akan menyimpan perbendaharaan yang jahat,” tulis buku ini.

Waktu lahir Yesus hanya disambut para gembala yang takjub melihatnya. Kelahiran Yesus adalah bentuk kasih Allah kepada dunia dan manusia. Ini yang hendaknya diingat selalu oleh umat bahwa Allah selalu mengasihi, bahkan lebih dulu mengasihi kita ma­nusia.

“Itulah rahasia iman kita. Allah te­lah turun demi keselamatan, agar kita sungguh mengalami damai sejahtera,” tulis buku.

Umat harus mencontoh Sang Guru yang senantiasa tiada lelah melayani dan mengajar. Dia juga membuat mukjizat-mukjizat bagi kebaikan dan kesembuhan orang sakit. Yang penting mereka harus memiliki iman alias percaya kepada-Nya. Sebab, Dia sering menyatakan bahwa, “Imanmu telah menyelamatkan.” Dengan kata lain iman menjadi kunci kesembuhan.

Pada suatu ketika, Dia menyampaikan perumpamaan kepada murid-murid-Nya. “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui.” Ini sebenarnya cukup keras. Namun, para murid kerap tak mampu memahami pesan yang disampai­kan Yesus secara halus atau melalui perlambang-perlambang.

Memang kadang sulit kita melihat kekurangan besar diri sendiri. Namun begitu ada kesalahan kecil orang lain, kita dengan mudah menemukannya. Inilah yang disindir Yesus. Hendaknya murid menyadari kekurangan dan kes­alahannya. Jangan terus metani atau mencari kesalahan orang lain.

Buku ini disajikan sebagai bahan renungan umat sepanjang tahun. De­ngan kata lain setiap saat umat bisa te­rus menggunakannya sebagai sumber makanan rohani. Tentu diharapkan buku mampu membuka kesadaran baru para pembacanya.

Selain penuh renungan kasih dan pelayanan Sang Guru, buku ini juga diwarnai contoh-contoh konkret se­hingga menambah komplit renungan. Semoga ini menjadi bacaan yang senantiasa ada di dalam tas, di sam­ping tempat tidur, atau di dalam mo­bil. Maka sewaktu-waktu bisa dibuka dan dibaca, daripada terus mengha­biskan waktu dengan WA. Diresensi Erni Damayanti, penggemar buku rohani

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment