Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments
Pendidikan Tinggi - Penerima Bidikmisi Tak Bisa Ikut KIP Kuliah

KIP Kuliah Direalisasikan 2020

KIP Kuliah Direalisasikan 2020

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
KIP Kuliah merupakan program terbaru Presiden Joko Widodo untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa tidak mampu agar bisa kuliah.

 

JAKARTA - Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo akan direalisa­sikan tahun 2020. Pasalnya, pengajuan anggaran dan regu­lasinya baru dilaksanakan ta­hun ini.

“Pengajuan anggaran un­tuk KIP Kuliah dilakukan ta­hun ini, sehingga pelaksanaan­nya baru bisa dilakukan tahun depan (2020),” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidi­kan Tinggi (Menristekdikti) , Mohammad Nasir, di Jakarta, Jumat (15/4).

Nasir menambahkan, KIP Kuliah merupakan program terbaru Presiden Joko Widodo dalam rangka memberikan kesempatan bagi mahasiswa tidak mampu agar bisa kuliah.

Ia menjelaskan, sejauh ini regulasi terkait KIP Kuliah ma­sih dalam tahap pembuatan. Kemungkinannya, masih ter­buka apakah KIP ini hanya memfasilitasi biaya SPP maha­siswa atau sama seperti Bidik­misi yang memberikan ban­tuan biaya hidup.

Tetapi yang pasti, lanjut Na­sir, bagi siswa yang menerima KIP ketika nanti setelah ma­suk di perguruan tinggi tidak akan melakukan pembobotan atau pengecekan ulang un­tuk mendapatkan KIP Kuliah. Sedangkan bagi siswa tidak mampu yang belum memiliki KIP, mereka bisa memanfaat­kan beasiswa Bidikmisi.

Meski begitu, Nasir juga ti­dak menutup kemungkinan siswa yang telah mendapat­kan KIP, perekonomian kelu­arganya meningkat. Maka dari itu, regulasi dan sistem KIP ini penting untuk dibuat.

Selain itu, lanjut Nasir, pro­gram KIP Kuliah ini juga bisa membantu pelaksanaan pro­gram bantuan pendidikan dari pemerintah bagi maha­siswa yang tidak mampu dari segi ekonomi untuk berkuliah. Sejauh ini program beasiswa pemerintah untuk mahasiswa hanya mencapai 8 persen. Angka tersebut belum menca­pai setengah dari jumlah yang sudah diatur di Undang-Un­dang Pendidikan Tinggi yakni sebesar 20 persen.

Nasir menjelaskan dengan adanya KIP Kuliah ini otomatis meningkatkan anggaran bea­siswa dari pemerintah. “Ang­garan untuk beasiswa akan meningkat menjadi 16–16,5 triliun dengan adanya program KIP Kuliah. Ini dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia sesuai arahan dari Presiden,” kata Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pem­belajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Ismunandar menjelaskan mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa Bidikmisi tidak boleh lagi menerima KIP Kuliah. Begitu juga sebaliknya. Ia menam­bahkan, beasiswa ganda bisa diakses oleh mahasiswa jika salah satunya merupakan bea­siswa dari pihak swasta.

“Tidak boleh double kalau dari pemerintah sudah dapat Bidikmisi, tidak boleh men­gajukan KIP Kuliah, kecuali dari swasta yang mengapresi­asi kompetensi si mahasiswa,” jelas Ismunandar.

Serahkan KIP

Secara terpisah, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyerahkan KIP kepada sejumlah per­wakilan 2.000 pelajar SD, SLTP, dan SLTA di SMKN1 Balige To­basamosir, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Presiden meluangkan waktu untuk berdialog dengan mer­eka. Dalam dialog itu, Presiden berinteraksi dengan penuh guyonan. Para siswa dan orang tua yang ikut mendampingi anaknya pun turut tertawa lepas bersama ribuan yang hadir.

Dia juga menanyakan ke­pada siswa-siswi perihal apa saja yang menjadi kesulitan dalam proses belajar di seko­lah. ruf/fdl/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment