Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Krisis Semenanjung Korea I Korut Tak Pamerkan Misil Balistik Pada Parade Militer

Kim Jong-un akan Kunjungi Russia

Kim Jong-un akan Kunjungi Russia

Foto : AFP/Ed JONES
Para de Milit er l Parade tank milik Angkatan Darat Korea Utara melintas di jalan utama di Alun-alun Kim Il Sung di Pyongyang, Korut, pada Minggu (9/9). Parade militer ini digelar untuk memperingati 70 tahun berdirinya negara Korut.
A   A   A   Pengaturan Font

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, dipastikan akan melakukan kunjungan ke Russia dalam waktu dekat. Infrmasi itu disampaikan ketua Parlemen Russia yang sebelumnya bertemu dengan Kim di Pyongyang.

 

Pyongyang – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dipastikan akan melakukan kunjungan ke Russia dalam waktu dekat. Informasi ini disampaikan ketua Parlemen Russia, Valentino Matvienko, seperti dilansir kantor berita Sputnik edisi Minggu (9/9).

“Kim Jong-un, menyatakan telah siap untuk berkunjung ke Russia. Adapun waktu kunjungan Kim ke Russia akan dibahas lewat saluran diplomatik,” kata Matvienko.

Perrnyataan Matvienko itu disampaikan setelah dirinya berrtemu dengan Kim Jong-un di Pyongyang. Saat melakukan kunjungan ke Korut, Matvienko diwartakan juga membawa surat dari Presiden Putin untuk Kim Jong-un.

Dalam pertemuan dengan Matvienko, Kim Jong-un menyatakan bahwa Russia berperan penting dalam isu denukliriasasi di Korut. Pemimpin Korut juga mengatakan bahwa dirinya akan menjaga hubungan baik dengan Russia.

Rencana kunjungan Kim Jong-un itu tercetus setelah sebelumnya Presiden Russia, Vladimir Putin, mengirimkan undangan pada pemimpin Korut untuk menghadiri Eastern Economic Forum di Vladivostok pada 11 hingga 13 September mendatang. “Presiden Putin telah melayangkan undangan untuk Kim Jong-un agar berpartisipasi di forum ini,” demikian pernyataan Kremlin.

Selain mengundang Kim Jong-un, Russia juga mengundang Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dan Perdana Menteri Korsel, Lee Nak-yeon, untuk menghadiri forum di Vladivostok itu.

 

Parade Militer

Pada saat bersamaan di alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, digelar parade militer untuk merayakan didirikannya negara Korut ke-70 tahun. Yang berbeda dari parade militer di Pyongyang kali ini yaitu tak dipamerkannya misil balistik antarbenua.

Kim Jong-un terlihat hadir di podium kehormatan untuk menyaksikan parade militer ini. Kim tak sendiri karena ia terlihat didampingi oleh Li Zhanshu, utusan dari Presiden Tiongkok.

Korut secara resmi memproklamasikan negaranya pada 9 September 1948, tiga tahun setelah Russia dan Amerika Serikat (AS) membagi kawasan semenanjung itu pasca Perang Dunia II.

Peringatan didirikannya negara Korut pada tahun-tahun sebelumnya selalu memamerkan kemajuan persenjataan misil. Misil balistik Korut terkini yaitu Hwasong-14 dan Hwasong -15, kabarnya memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir dan daya jelajah yang sanggup mencapai daratan utama AS.

Korut kali ini sepertinya tak mau ambil risiko untuk menampilkan persenjataan misil balistik antarbenuanya agar tak mengguncang perkembangan kestabilan keamanan terkait denuklirisasi di kawasan Semenanjung Korea setelah terjadi pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong-un dengan Presiden AS, Donald Trump, di Singapura, pada Juni lalu.

“Korut sepertinya berupaya untuk tak terlalu memamerkan kekuatan militer kali ini,” komentar Chad O’Carroll, direktur dari Korea Risk Group. “Memamerkan misil jarak jauh akan menggoyahkan komitmen Korut bagi denuklirisasi,” imbuh dia.

Komentar pun disampaikan Kim Yong-hyun, seorang profesor jurusan Studi Korea Utara dari Dongguk University di Seoul, Korea Selatan. “Kim Jong-un menyadari saat ini bukan saatnya untuk memprovokasi Presiden Trump,” pungkas dia. 

 

AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment