Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Kiat Sukses Menjadi Mahasiswa dan Lulusan Luar Biasa

Kiat Sukses Menjadi Mahasiswa dan Lulusan Luar Biasa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : A-Z Seputar Perkuliahan

Penulis : Yoga Pratama

Penerbit : Semesta Hikmah Publishing

Cetakan : Pertama, 2018

Tebal : vi + 202 halaman

ISBN : 978-602-51994-6-2

 

Banyak orang beranggapan, kuliah hanya buang-buang waktu. Tidak jarang pula yang berpikir percuma kuliah jika tujuannya sama, bekerja. Padahal jika mau merenungkan, ada begitu banyak manfaat kuliah, bukan hanya mendapat gelar atau ijazah.

Kuliah merupakan jenjang pendidikan tertinggi dari sebuah tahapan proses belajar formal. Berkuliah juga menjadi harapan banyak orang. Tidak heran jika orang kuliahan disebut mahasiswa, bukan lagi siswa. “Maha” dalam KBBI bisa diartikan sebagai amat dan sangat.

Sistem pembelajaran di bangku perkuliahan pun berbeda dari sekolah yang masih dibimbing dan dituntun guru dengan pendekatan pedagogi. Sementara itu, di kampus sistem belajarnya sudah menggunakan pendekatan andragogi, cara belajar orang dewasa. Mahasiswa dituntut aktif mencari beragam sumber pengetahuan dan belajar yang efektif, tidak hanya mengandalkan dosen.

Ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Sebab dari sinilah individu mampu menjadi pribadi mandiri dan tahu memilah benar salah. Pembelajaran dengan pendekatan andragogi dipercaya mampu meningkatkan daya nalar mahasiswa. Mereka dapat mengembangkan bidang keilmuan. Jadi, kampus menggunakan pendekatan proses pembelajaran konstruktivisme (hlm 8).

Berbicara mengenai perkuliahan, banyak pula yang menganggap dengan modal ijazah dari kampus, seseorang akan mampu memiliki branding lebih tinggi. Namun tidak jarang pula yang memiliki pandangan sebaliknya. Kuliah buang-buang waktu dan menghambur-hamburkan uang. Ini pemikiran keliru. Kuliah bukan sekadar bertujuan meningkatkan personal branding agar mendapat pekerjaan layak. Kuliah banyak manfaat untuk membuka mata serta pikiran. Misalnya, memperluas pengetahuan, menjadikan diri lebih mandiri, pembentukan karakter dan kepribadian (hlm 13–15).

Ketika seseorang memutuskan berkuliah, akan banyak tanggungan serta konsekuensi. Status mahasiswa berbeda dengan siswa. Waktu sekolah, seseorang masih dibantu orang-orang sekitar. Hal tersebut menjadi wajar karena anak sekolah masih dalam pengawasan. Berbeda dengan kuliah, seseorang cenderung memiliki kebebasan memilih. Misalnya, dalam memilih jurusan harus dipikirkan penuh kematangan. Jika tidak, akhir perkuliahan ada saja merasa salah jurusan. Inilah yang harus disiasati agar tidak menyesal.

Mahasiswa yang merasa salah jurusan, perlu introspeksi diri. Jangan mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain. Maka jika sudah merasa benar-benar yakin salah jurusan, segeralah banting setir (hlm 40–42).

Menentukan berkuliah terlebih dulu atau langsung bekerja setelah SMA menjadi pilihan setiap orang. Bila mau berkuliah dulu, setidaknya manfaatkan beragam momen kampus. Jadilah mahasiswa berprestasi. Tidak lupa untuk konsisten menekuni bidang ilmu pengetahuan tersebut.

Karena segala macam cerita yang didapat masa-masa perkuliahan bisa menjadi kenangan tersendiri kelak. Tidak heran juga jika akhirnya memiliki relasi lebih banyak karena lingkaran pertemanan menjadi lebih luas.


Diresensi Siti Sahronih, mahasiswi S2 UNJ

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment