Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments

Kiat Hadapi Si Iri Hati

Kiat Hadapi Si Iri Hati
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, bagaimana sikap yang tepat menghadapi rekan kerja yang iri?

Jawaban:

Dalam lingkungan kerja, anda tidak bisa menghindari interaksi dengan rekan-rekan di kantor. Anda dituntut untuk pandai bergaul dan menyesuaikan diri. Karena kepiawaian anda dalam berinteraksi plus komuni­kasi terbukti cukup jitu untuk mendongkrak karir anda. Tapi masalahnya, tidak se­mua rekan kerja itu menye­nangkan.

Bahkan berdasarkan pengalaman banyak orang, nyaris di setiap kantor ada saja rekan kerja yang bersi­kap tidak simpatik dan tidak menyenangkan. Di antara sikap yang tidak simpati ada­lah sikap sirik alias iri hati. Memang, persaingan yang cukup ketat di lingkungan kerja terkadang menimbul­kan benturan-benturan di antara sesama rekan kerja. Keberhasilan seseorang tak jarang dihadapi dengan rasa iri hari dan dengki oleh rekan lainnya.

Orang yang iri hati ba­nyak yang melakukan aksi destruktif terhadap orang yang ia anggap pesaingnya. Bahkan seringkali ia meng­anggap pesaing sebagai musuh. Sehingga ia menum­buhkan sikap sentimen ter­hadap orang yang menyaing­inya. Misalnya memfitnah dan menyebarkan kabar buruk tentang orang yang membuatnya iri hati dan ber­muka masam saat bertemu.

Nah bagaimana jika ada orang yang iri hati terha­dap kesuksesan anda di kantor? Tentu sangat tidak nyaman bukan? Mungkin kalau cukup iri hati tanpa melakukan tindakan yang merugikan, tidak masalah. Tapi jika sampai bertindak di luar batas kesabaran hingga mengganggu kenyamanan anda di kantor, anda tidak bisa tinggal diam. Anda perlu siasat tersendiri.

Tapi ingat, menciptakan genderang permusuhan dengan si iri hati bukanlah solusi yang pas. Melabrak dan memakinya juga sangat tidak intelek. Karena tentu ia akan semakin tidak menyu­kai anda. Lalu bagaimana dong…? Yang terpenting, anda harus menjaga emosi. Jangan terpancing melaku­kan aksi balas dendam. Lagipula emosi hanya akan membuat pekerjaan anda terganggu.

Lebih baik anda fokuskan perhatian pada pekerjaan. Berikan kesan bahwa anda tidak terpengaruh oleh sikapnya. Abaikan saja segala perilakunya yang meman­cing emosi. Biasanya si iri hati gemar mengkait-kaitkan masalah pekerjaan dengan hal-hal yang tidak relevan, ingat jangan terpancing.

Untuk sementara, agar lebih aman jaga jarak komu­nikasi dengannya. Karena memang gerah juga kalau harus berdekatan dengan orang yang selalu iri. Jika terlalu dekat dengannya dikhawatirkan masalah akan semakin meruncing. Meski demikian, jika anda terpaksa berkomunikasi dengannya bersikaplah netral. Beru­sahalah untuk tetap berko­munikasi dengan baik. Pada intinya anda harus fleksibel menghadapinya, kapan anda harus mendekatinya dan kapan anda harus menjaga jarak dengannya.

Jika penyakit irinya tidak sembuh juga, anda jangan lantas membencinya. Anda justru harus kasihan dengan orang semacam ini. Se­bagai teman, sekalipun ia membenci anda, anda harus bersikap bijak. Ajak ia bicara baik-baik untuk membicara­kan masalah sesungguhnya. Katakan bahwa anda pun sebenarnya masih banyak kekurangan dan masih perlu belajar. Biasanya sikap ren­dah hati akan membuatnya sadar bahwa anda tidak layak dibenci.

Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya sema­kin panas dan bersemangat membenci anda. Tekankan bahwa ia tetaplah rekan kerja anda dan merupakan bagian dari tim. Katakan bahwa andapun bersedia memban­tunya jika ia menghadapi kesulitan. Tetapi kalau sikap baik anda tetap dihadapi de­ngan konfrontasi, apa boleh buat. Berarti memang ada se­suatu yang tidak beres pada dirinya. Daripada makan hati, lebih baik anda tak usah peduli.

Sebisa mungkin hindari pembicaraan dengannya un­tuk meminimalkan masalah, kecuali terpaksa. Dan jangan pernah menjelek-jelekkan namanya. Bersikaplah sen­etral dan sebiasa mungkin. Dengan demikian, lama-la­ma ia juga sadar kalau sikap irinya hanya akan membakar dirinya sendiri.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment