Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments
JEDA

Ketua DPD RI: Generasi Muda Jangan Buang-buang Waktu

Ketua DPD RI: Generasi Muda Jangan Buang-buang Waktu

Foto : Koran Jakarta/Iman Toko
SOSIALISASI 4 PILAR - Ketua DPD RI Oesman Sapta (keempat dari kanan), bersama pengurus Badko HMI Kalimantan Barat dalam rangka sosialisasi Empat Pilar, di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (20/7).
A   A   A   Pengaturan Font

Pontianak – Wakil Ketua MPR Oesman Sapta menilai generasi muda merupakan aset paling berharga yang dimiliki Indonesia saat ini. Sejarah mencatat berbagai gerakan perjuangan bangsa tak terlepas dari peran para pemuda.

“sejarah itu tidak bisa dibuang, sejarah pun tidak bisa dilupakan,” jelas Oesman Sapta dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada lebih dari 400 mahasiswa yang tergabung dalam Badko HMI Kalimantan Barat di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Jumat (20/7) siang. Salah satu gerakan yang dipelopori generasi muda yang masih diingatnya dengan baik ialah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sejarah telah menunjukkan peran HMI dalam mempertahankan kedaulatan NKRI, “sejak tahun 1965 saya mengenal baik baik gerakan ini. Karena itu, saya hadir memenuhi undangan HMI. Saya ingin mengajak generasi muda, terutama HMI untuk ikut memperkuat ketahanan nasional. Saat ini ialah masanya generasi muda.

Masa depan ada di pundak kalian,” kata Oso, sapaan akrab Oesman Sapta. Itu sebabnya, Oso pada kesempatan itu mengingatkan agar generasi muda tidak membuang-buang waktu, “gunakan seefesien mungkin waktu muda Anda, kesempatan itu tidak datang dua kali. Ia seperti air mengalir kalau Anda tidak cepat mengambil keputusan maka semua terlambat.

Nasib bangsa ini ada di tangan kalian. Banyak tokoh muda, termasuk dari Kalimantan Barat, yang merebut posisi di tingkat nasional bahkan internasional, dan Anda harus menjadi bagian selanjutnya,” ujarnya. Kontribusi nyata yang dibutuhkan Indonesia saat ini, yang perlu anak muda fahami ialah soal cara menjaga keutuhan NKRI.

Cara ini tegas Oso bisa di contoh dari cara Nabi Muhammad SAW ketika membangun Madinah, “ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah, nabi mengumpulkan para kepala suku dan berbagai kelompok, termasuk dari nasrani, hindu, budha, Islam dan Yahudi. Cara ini bisa kita ikuti untuk menjaga keutuhan NKRI.

Perlu diingat, untuk membanggun kepentingan bangsa Indoneisa harus melalui komunikasi dengan semua pihak. Kita tidak perlu khawatir, kita ajak semua pihak untuk bersama membangun tanah air, disamping kepentingan agama,” tandasnya. 

 

ima/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment