Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
POLKAM

Ketika Jokowi Ingin Posisikan sebagai Presiden Milenial

Ketika Jokowi Ingin Posisikan sebagai Presiden Milenial

Foto : ANTARA/AFRIADI HIKMAL
ATENSI LUAR BIASA | Presiden Jokowi berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali, Jumat (12/10). Pidato tersebut mendapat atensi luar biasa dari peserta.
A   A   A   Pengaturan Font

Gemuruh tepuk tangan para hadirin menggema di Bali Nusa Dua Convention Center, Kuta Selatan, Badung, Bali. Presiden telah menyelesaikan pidatonya. Banyak decak kagum dari para hadirin yang terpukau. Seketika presiden menjadi topik pembicaraan hangat, viral di media sosial, dan menjadi pemberitaan dunia.

Pidato Presiden Joko Widodo pada pembukaan Annual Meetings IMF-World Bank, Jumat (12/10), memang cukup unik dan menarik perhatian massa. Tidak tanggung-tanggung, serial televisi asal Amerika Serikat, Games of Thrones, menjadi bahasan dalam pidato yang ia bacakan saat pembukaan acara tersebut.

Selain mendapat pujian, pidato itu pun menuai kritik, terutama dari pihak pendukung pasangan capres Prabowo-Sandiaga Uno. Untuk meluruskannya, Jokowi kembali menjelaskan soal pidatonya tersebut ketika berbicara di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Senin (15/10).

Jokowi mengatakan bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini digambarkan seperti dalam Avengers: Infinity War, perang yang tak terbatas. “Sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas,” katanya.

Seperti yang telah kita ketahui, sosok Presiden RI ke-7 ini kerap dikaitkan dekat dengan generasi milenial. Aksi Jokowi saat pembukaan Asian Games yang mengendarai motor gede (moge), penampilanpenampilan presiden yang dalam berbagai kesempatan menggunakan outfit “anak muda” (seperti sneakers, jaket bomber, jaket geng motor, dan lain sebagainya), serta kesukaannya terhadap musik metal, memang merupakan gaya yang khas milenial.

Jokowi berhasil menerjemahkan itu ke dalam narası yang dekat dengan millenial, yakni lewat kisah Infinity War dan Game of Thrones tanpa kehilangan substansinya,” ujar Dara Adinda Kesuma Nasution, Juru Bicara (Jubir) Bidang Pemuda dan Perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut Dara, generasi milenial merupakan generasi yang menyukai narasi.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Muhammad Syaeful Mujab, mengatakan, pidato Jokowi yang berkaitan dengan film milenial di tahun politik mengandung pesan politik tertentu yang disampaikan secara tersembunyi, selain secara eksplisit menggambarkan persaingan global dan himbauan upaya kolaborasi. Jokowi menggunakan narasi-narasi yang erat kaitannya dengan nuansa milenial untuk menjadi sorotan bagi generasi milenial yang merupakan basis pemilih terbesar di Pilpres 2019.

“Dengan menggunakan narasi milenial, Jokowi menginginkan dirinya dekat dengan kalangan milenial secara ide dan sosok,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Fikri Tamau, mengatakan, komunikasi politik yang dilakukan Jokowi lewat pidato tersebut merupakan cara untuk mempertahankan kedekatan presiden dengan kaum milenial yang sudah terjalin sejak 2014.

Fikri mengingatkan tim Jokowi ke depan lebih memerhatikan keselarasan dengan kondisi di Indonesia. “Tidak mungkin berbicara winter is coming!, sementara di Indonesia hanya ada dua musim, hujan dan kemarau,” katanya. tri/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment