Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments

Ketika Hakim MK Cecar Saksi Kubu Prabowo-Sandi

Ketika Hakim MK Cecar Saksi Kubu Prabowo-Sandi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang gugatan hasil pemilihan presiden tahun 2019. Agenda sidang pada hari Rabu (19/6), adalah mendengarkan keterangan saksi yang hadirkan pihak pemohon dalam hal ini adalah kubu pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Tim hukum Prabowo- Sandi sendiri menghadirkan sejumlah saksi dan ahli untuk memperkuat dalil permohonan mereka dalam menggugat hasil Pilpres 2019. Ada pemandangan menarik dari sidang yang digelar di MK, Rabu (19/6), saat para hakim MK mencecar saksi yang dihadirkan kubu Prabowo.

Salah satu saksi yang dicecar para hakim konstitusi lewat pertanyaan-pertanyaan tajam adalah Agus Muhammad Maksum atau Agus Maksum. Agus menjadi saksi pertama yang diperiksa dalam persidangan. Agus sendiri adalah Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Agus diplot tim hukum Prabowo-Sandi sebagai saksi ahli. Agus sendiri dalam kesaksiannya mempersoalkan tentang adanya pemilih dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) invalid di daftar pemilih tetap (DPT). Para hakim pun coba mencecar Agus dengan pertanyaan tajam untuk menggali kebenaran materiil yang diperlukan. Salah satu hakim MK yang mencecar Agus adalah I Dewa Gede Palguna.

Palguna mencecar Agus karena merasa pernyataannya dalam kesaksiannya tidak konsisten. Salah satu yang dipersoalkan Palguna, adalah pernyataan Agus yang menyebut contoh penduduk atau pemilih dengan KTP invalid. Agus dalam pernyataannya mencontoh warga bernama Udung yang disebutnya sebagai pemilih dengan KTP invalid. Agus yakin, Udung itu sosok fiktif alias tidak ada dalam dunia nyata. Tapi ketika ditanya salah satu anggota KPU, Hasyim Asyari, apakah Agus sudah mengecek itu langsung di lapangan, ia mengakui, jika dirinya memang mengecek langsung ke lapangan. Jawaban Agus itu yang kemudian dicecar hakim Palguna.

“Sebentar saudara saksi, Anda sudah disumpah ya. Tadi Anda mengatakan itu tidak ada di dunia nyata dan Anda yakin sekali gitu. Sekarang Anda mengatakan tidak mengecek, yang mana yang harus dipegang?” Kata Palguna. Palguna pun lantas menyinggung kembali jawaban Agus ketika ditanya hakim MK lainnya, Aswanto yang juga menanyakan soal sosok Udung yang diklaim sebagai pemilih dengan KTP invalid. Palguna merasa heran dengan pernyataan Agus. Di satu sisi, Agus sangat yakin, Udung itu adalah sosok pemilih yang tak di dunia nyata, tapi di sisi lain, Agus mengakui jika hal itu bukan berdasarkan hasil pengecekan dari lapangan.

“Anda yakin orang itu tak ada di dunia nyata karena kodenya tak ada, tetapi tadi ditanya termohon apakah Saudara mengecek ke lapangan orang ini ada tidak, Anda tidak tahu. Jadi ada dua pernyataan Anda yang bertentangan, yang mana yang akan saudara pergunakan?” Kata Palguna mempertanyakan.

agus supriyatna/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment