Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments

Kesalahan Umum dalam CV

Kesalahan Umum dalam CV
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, sudah puluhan CV saya kirimkan tapi sampai saat ini saya belum pernah dipanggil interview. Bagai­mana memperbaiki CV agar menarik HRD?

Jawaban:

Pendidikan tinggi, keah­lian dan pengalaman yang relevan tidak mencukupi untuk bersaing mendapat pekerjaan. Kesan bagi HRD yang kamu ciptakan pada CVmu menjadi sangat pen­ting. Penyajian, relevansi isi, kejelasan dan personalisasi adalah faktor-faktor penting yang biasanya diabaikan oleh pencari kerja dari CV mereka.

Apakah kamu melaku­kan kesalahan-kesalahan berikut? Mungkin karena hal inilah kamu belum dipanggil interview:

Tidak Ada Pernyataan Intro

CV yang efektif harus di­mulai dengan penyataan intro yang jelas dan ringkas. Mak­sudnya mampu memberikan gambaran latar belakang profesionalmu dan menjelas­kan apa yang kamu sukai. Hal ini akan membuat CV menjadi lebih manusiawi sehingga HRD bisa terhubung dengan kamu pada tingkat yang lebih dalam.

Informasi Yang Berlebihan

Kamu mungkin memiliki pengalaman 10 tahun, tapi ti­dak perlu mencatat detailnya. Informasi yang berlebihan menyebabkan pembaca ke­hilangan minat. Lebih sedikit itu lebih baik. Buat agar re­sume tetap sederhana, ringkas dan relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Tempat­kan dirimu pada posisi HRD (atau tanyakan pada teman yang netral untuk meninjau CVmu), dan jujurlah pada diri sendiri. Apakah CVmu me­narik atau relevan? Jika tidak, hapus.

Prestasi Yang Tidak Jelas

Saat menjelaskan pen­capaian, kamu harus jelas dan spesifik. Jauhkan kata kerja yang lemah seperti “meng­urus” dan “mengkoordinasi­kan” – kata-kata ini terlalu umum. Gunakan kata kerja yang kuat seperti “mempra­karsai”, “mempelopori”, “mengawasi”, dan sebisa mungkin gunakan angka untuk mengukur pencapaian. Katakan kamu meningkatkan penjualan X% atau berha­sil menyelesaikan dalam 24 jam dari 3 hari waktu yang ditetapkan, dengan demikian memberikan ilustrasi yang lebih jelas mengenai kemam­puanmu pada HRD.

Kurangnya Kepribadian

HRD sering mencari petunjuk mengenai kepriba­dian calon pegawai dalam CV, disamping kemampuan dan pengalaman yang biasanya seperti bakat artistik, bakat kewirausahaan atau sesuatu yang lain. Jika kamu tidak pandai menulis, mintalah copy writer untuk mengerja­kannya.

Konten Yang Tidak Relevan

Membuat CV yang ringkas dan mengunakan poin dapat meningkatkan minat HRD untuk tetap membaca CVmu sampai selesai. Kurangi peng­gunaan istilah teknis sebanyak mungkin – istilah cenderung tidak jelas dan membingung­kan yang dapat menyebabkan HRD berhenti membaca. Selalu memandang CV dari sudut pandang HRD akan membantu Anda menulis CV lebih baik.

Tidak Layak Untuk Dibaca

Apakah CVmu dipenuhi dengan paragraf yang pan­jang dan penuh dengan kata-kata? Apakah kamu menggunakan format tebal dan format miring untuk me­nyorot kata kunci dan frasa? Apakah ada spasi yang cukup antar bagian dan paragraf agar tetap bersih dan nya­man untuk dibaca? Apakah ada ukuran hurufnya terlalu besar atau telalu kecil?

Kelayakan untuk dibaca merupakan faktor penting yang bisa membuat pembaca tetap membaca. Kamu harus membuat CV semudah mung­kin untuk diarahkan. Me­numbuhkan kesan positif saat membaca CV sama penting­nya dengan kualitas isi.

Kesalahan Ejaan dan Gra­matikal

Terakhir, selalu periksa ejaan dan koreksi CV sebe­lum mengirimkannya. Tidak ada yang lebih tidak profe­sional daripada menyerah­kan Tidak ada yang lebih tidak profesional daripada me­nyerahkan CV yang penuh dengan kesalahan ejaan dan gramatikal. Jangan lakukan kecerobohan dengan tidak peduli untuk memeriksa ejaan yang ada dalam CVmu. Jika kamu tidak fasih berba­hasa Inggris, minta teman untuk membantu atau seper­ti yang sudah disebutkan se­belumnya, minta copywriter untuk mengerjakannya.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment