Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
Kecelakaan Pesawat l KNKT Selidiki Kerusakan Lion Air PK-LQP pada 4 “Flight” Terakhir

Kerusakan Indikator Kecepatan Diduga Penyebab Lion Air Jatuh

Kerusakan Indikator Kecepatan Diduga Penyebab Lion Air Jatuh

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

KNKT menemukan airspeed indicator pesawat Lion Air PK-LQP bermasalah pada empat penerbangan terakhir.

JAKARTA - Jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat, disebabkan ada kerusakan pada komponen sensor angle of attack (AOA), yang merupakan bagian dari sistem penunjuk kecepatan atau airspeed indicator.

“Kerusakan AOA sudah terjadi saat pesawat yang sama digunakan untuk penerbangan Denpasar-Jakarta malam sebelumnya. Dan AOA di Lion Air PK-LQP yang didapati rusak sejak empat penerbangan terakhir. Namun, AOA diganti tak membuat masalahnya selesai,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, di Jakarta, Kamis (8/11).

Soerjanto juga menjelaskan AOA adalah indikator penunjuk sikap pesawat terhadap aliran udara, dan setiap pesawat memiliki tiga AOA. Hasil pengukuran AOA akan dicerna oleh komputer lalu ditunjukkan oleh penunjuk kecepatan. Pesawat dalam kondisi yang lurus, penunjuk kecepatan menunjukkan posisi 0 derajat. Kemudian, jika pesawat berada dalam kondisi naik ke atas, maka akan bertambah, tergantung posisinya, misalnya bertambah menjadi 20 derajat.

“Untuk permasalahan yang dialami Lion Air PK-LQP adalah AOA di sebelah kiri dan kanan berbeda. Pada posisi yang lurus, AOA sebelah kanan 0 derajat sementara AOA sebelah kiri 20 derajat. Sehingga penunjuk kecepatan pesawat menunjukkan angka yang salah kepada pilot lantaran AOA rusak. Angka yang muncul angka yang sudah dikurangi oleh AOA yang salah, jadi tidak benar angkanya. Itu hubungan AOA dengan airspeed indicator (penunjuk kecepatan),” katanya.

Empat Penerbangan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subkomite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan bahwa pihaknya menemukan airspeed indicator pesawat Lion Air PK-LQP bermasalah pada empat penerbangan terakhir, yakni Denpasar–Manado, Manado–Denpasar, Denpasar–Jakarta, dan Jakarta-Pangkalpinang.

“Penerbangan Denpasar–Manado dan Manado–Denpasar, penunjuk kecepatan pesawat Lion Air PK-LQP sudah mengalami masalah. Teknisi lalu mengganti AOA sebelah kiri sebelum pesawat terbang dari Denpasar menuju Jakarta pada Minggu (28/10). Namun, AOA yang baru itu pun tidak bekerja sempurna. AOA sebelah kiri, yang baru diganti, menunjukkan posisi 20 derajat sementara AOA kanan menunjukkan posisi 0 derajat pada posisi pesawat lurus,” katanya.

Nurcahyo menjelaskan, KNKT akan meneliti lebih jauh mengenai hal itu, terutama mengenai bagaimana pilot dan co-pilot menerbangkan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta–Pangkalpinang itu dengan kondisi AOA bermasalah.

Selain itu, katanya, pihaknya juga akan mengecek kemampuan teknisi Lion Air yang mengganti AOA di Denpasar. Dia mengaku pihaknya sudah mewawancara teknisi yang bersangkutan dan akan mempelajarinya. Tentu disesuaikan dengan prosedur perawatan komponen pesawat yang dimiliki boeing. Kemudian, KNKT juga akan membawa AOA yang rusak ke kantor pusat di Chicago, Amerika Serikat. Di sana, AOA akan diteliti kembali mengenai kerusakan yang dialami.  mza/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment