Kendaraan Listrik Komersial Pertama di Indonesia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 7 2020
No Comments

Kendaraan Listrik Komersial Pertama di Indonesia

Kendaraan Listrik Komersial Pertama di Indonesia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kendaraan listrik untuk komersial sudah dirintis oleh perusahaan taksi, BlueBird misalnya pada April 2019 menggunakan merek asal Tiongkok, BYD, untuk operasional armadanya. Sementara Grab memakai Hyundai IONIQ Electric Vehicle untuk armadanya pada Januari 2020. Untuk segmen komersial yang dijual secara umum, produsen otomotif asal Tiongkok menawarkan mobil DFSK Gelora E3. Mobil ini diklaim akan akan menjadi sejarah sebagai kendaraan MPV komersial pertama berbasis tenaga listrik di Tanah Air yang dijual secara umum.

Gelora menggunakan teknologi Battery Electric Vehicle (BEV/Full Listrik) yang merupakan edukasi berkesinambungan akan kendaraan listrik yang sebelumnya sudah dimulai dengan pengenalan DFSK Glory E3 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

CEO PT Sokonindo Automobile (DFSK), Alexander Barus, mengatakan mendukung tekad pemerintah untuk mempromosikan elektrifikasi kendaraan listrik. “Kami yakin ada prospek yang kuat akan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia,” ujar dia pada ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di Jakarta, Kamis (5/3).

Dengan dukungan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah memulai pembangunan stasiun pengisian listrik umum (SPLU), dan sekarang telah menyelesaikan pembangunan stasiun pengisian daya cepat di hampir 20 titik, maka kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik akan bisa terpenuhi.

Barus menambahkan, DFSK Gelora E3 sebagai kendaraan yang syarat akan teknologi unggul dan modern siap melayani berbagai kebutuhan konsumen di Tanah Air, khususnya di ceruk model minibus dan blind van atau mobil dengan jendela tanpa kaca.

Menggunakan Gelora E3 diklaim akan bisa menghemat energi sebesar 48 persen, bebas emisi secara langsung, sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar, dan sangat cocok untuk tempat perlindungan lingkungan dan tempat wisata. Jika dikalkulasi, DFSK Gelora hanya mengkonsumsi 0,145 kWh per kilometer yang setara dengan 239 rupiah per km.

Catatan ini jauh lebih irit dibandingkan dengan model serupa berteknologi mesin pembakaran (internal combustion engine/ICE) yang mengkonsumsi energinya 463 rupiah per km untuk sebuah mobil dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 16,5 km per liter. Penggunaan DFSK Gelora E sebagai kendaraan komersial dapat diterapkan di berbagai bidang, terutama di bidang transportasi umum, logistik perkotaan, dan kendaraan khusus yang memiliki kelebihan dan kemampuan beradaptasi lebih unik.

Pengisian Cepat Di bidang transportasi umum dan logistik perkotaan, DFSK Gelora E didukung dengan pengisian cepat, untuk pengisian dari 20 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu 80 menit, dengan jarak tempuh berkendara hingga 300 km. Sedangkan untuk pengisian reguler, DFSK Gelora E memiliki pengisian normal yang cocok untuk lingkungan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

Sebagai kendaraan komersial, jelas DFSK Gelora E didukung dengan tenaga yang kuat dan bisa diandalkan di berbagai situasi dengan torsi maksimum mencapai 200 Nm.

Selain itu, versi DFSK Gelora ditenagai mesin bensin 1.5L DVVT yang teknologinya berstandar emisi Euro IV dan memiliki output kuat 80Kw (107 HP) dan torsi maksimum 148 Nm. Gelora E dibekali dengan perlindungan isolasi, perlindungan tegangan tinggi, tahan debu dan air (hingga standar IP67), dan sistem perlindungan baterai yang ketat untuk memastikan keamanan baterai dalam kondisi ekstrim.

Dari sisi bodinya tahan benturan yang kokoh, ditambah dengan system ABS dan EBD untuk memastikan keselamatan berkendara pengemudi dan penumpang sehingga dapat menikmati perjalanan tanpa rasa khawatir.

Dimensi Gelora memiliki panjang 4.500mm, lebar 1.680mm, tinggi 2.000mm untuk memberikan kabin ekstra luas dan lapang, serta dipadukan dengan kemampuan berkendara yang mantap.

Kapasitas maksimalnya mencapai 11 jok untuk penumpang, dengan konfigurasi yang fleksibel mulai dari 2/7/9/11 sesuai dengan kebutuhan. Sementara untuk model blind van sebagai angkutan barang, memilliki panjang kabin mencapai 2,63m luas 4,8 meter kubik.

Varian ini sangat cocok untuk meningkatkan kapasitas kargo dan cocok untuk kebutuhan logistik, katering, aplikasi khusus perkotaan, dan aspek lainnya. DFSK Gelora dibanderol pada antara 185 -189 juta rupiah untuk tipe MB dan 175 - 179 juta rupiah untuk tipe BV. Sedangkan DFSK Gelora E diperkirakan siap dijual dengan harga 489 - 499 juta rupiah untuk tipe MB dan 469 - 479 juta rupiah untuk tipe BV.  hay/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment