Koran Jakarta | January 21 2018
No Comments

Kendal Terus Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM

Kendal Terus Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus meningkatkan sektor ekonomi ekonomi, khususnya usaha mikro, kecil, dan mene­ngah (UMKM) dan pariwisata. Sejumlah produk khas Kendal didorong mampu bersaing di tingkat nasional. Produk asli tersebut memiliki daya saing dan bahkan sudah ada yang diekspor ke mancanegara, seperti teh daun stevia yang sudah dikirim ke Jepang.

Ini sekaligus untuk men­dorong dan mempromosikan produk unggulan daerah agar dapat membantu masyarakat memperoleh penghidupan yang layak.

Pemkab Kendal memi­liki potensi dan pelaku usaha berkreasi agar potensi ini menjadi produk yang laku jual dan menjadi ciri khas Kabupa­ten Kendal, yang berbeda dari daerah lain.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa yang dilakukan Pemkab Kendal dalam me­ningkatkan daya saing produk UMKM ini, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy ber­kesempatan mewawancarai Bupati Kendal, Mirna Annisa, di Kendal, beberapa waktu lalu. Berikut petikan seleng­kapnya.

Bisa dijelaskan kenapa Pemkab Kendal terus me­ningkatkan ekonomi di sek­tor UMKM dan pariwisata?

Produk industri kecil dan menengah Kendal memiliki potensi cukup besar, bahkan kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain. Namun berkua­litas saja tidak cukup, harus diimbangi dengan pemasaran yang baik.

Pemkab akan mendukung produk usaha UKM khas Ken­dal. Salah satunya memasar­kannya di tempat-tempat wisata. Sehingga para pelaku UKM ini bisa mendapatkan penghasilan. Selain itu produk Kendal bisa mudah dikenal di daerah lain.

Bagaimana dengan ban­tuan dalam pemasarannya?

Pemasaran produk UMKM dibantu dalam penataan untuk tempat-tempat pemasaran. Se­dangkan dalam mencari pangsa pasar, kami siap membantu mempromosikan. Harus ada kreativitas untuk menciptakan tempat-tempat pemasaran yang menarik, sehingga akan meng­undang daya tarik.

Upaya apa yang akan dilakukan agar produk asli Kendal dapat dikenal?

Salah satu cara yang akan ditempuh yakni mema­jukan potensi wisata di Kendal,sehingga banyak wisatawan yang datang ke Kendal. Dengan begitu wisata­wan bisa masuk dan mem­beli produk kami. Salah satu contoh yang sudah cukup terlihat hasilnya adalah wisata Rawa Blandon yang cukup berhasil dikembangkan desa. Mulai banyak pedagang sate keong khas Kendal, pecel semanggi, dan sebagainya.

Bagaimana dengan daya sa­ing dan ciri khas produknya?

Produk asli Kabupaten Kendal me­miliki daya saing, bah­kan sudah ada yang diekspor ke mancanegara seperti teh daun stevia yang sudah dikirim ke Jepang. Potensi sangat banyak sehingga perlu pengembangan dan kreativitas dari pelaku usaha agar potensi ini men­jadi produk yang laku jual dan menjadi ciri khas Kabupaten Kendal. Para wirausahawan hendaknya bisa mengangkat produk-produk khas asli Ken­dal sehingga nantinya muncul ciri khas yang berbeda dari daerah lain.

Tahun 2017, target nilai investasi mencapai 1,1 tri­liun rupiah dan melakukan sejumlah pertemuan dengan para investor?

Target tersebut dipenuhi dengan menawarkan sejum­lah sektor potensial meliputi pertanian, perkebunan hingga kelautan. Sejumlah per­temuan dengan para investor dilakukan untuk menyatukan pemahaman dan memba­ngun sinergi yang baik dalam semangat membangun daerah Kendal.

Bagaimana menyosial­isasikan kepada investor agar mereka punya keyakinan dengan datang ke Kendal, ada kenyamanan, yang akhirnya meningkatkan pertumbuhan di Kabupaten Kendal. Satu sektor yang diakuinya cukup potensial digarap para investor adakah diversifikasi hasil per­kebunan berupa kopi disebut akan sangat menguntungkan.

Saat ini hasil perkebunan terbaik di Kendal tersebut banyak diekspor hanya dalam bentuk mentah, tanpa diolah terlebih dahulu. Ini yang ke depan akan kami fokuskan karena hasilnya sudah kami ekspor dan sudah dinikmati kabupaten lain, bahkan di-branding kabupaten lain.

Pemkab Kendal menda­patkan opini wajar tanpa pe­ngecualian (WTP) dari BPK?

Kami menyampaikan peng­hargaan setinggi-tingginya atas kerja keras semua pihak, khususnya organisasi perang­kat daerah (OPD) terkait dengan penyelesaian laporan keuangan, terutama penye­lesaian soal aset daerah yang menjadi hambatan dalam memperoleh WTP.

Pencapaian tersebut juga menjadi tugas berat untuk dipertahankan dan dapat di­laksanakan dengan tanggung jawab. Semua jajaran harus membulatkan tekad mening­katkan pelayanan kepada ma­syarakat yang lebih baik, pro­fesional, dan transparan serta dengan hati yang tulus dan ikhlas. Karena penghargaan ini diraih setelah menunggu 15 tahun sehingga merupakan pencapiaan yang luar biasa.

n N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment