Koran Jakarta | May 27 2019
No Comments
Pengembangan SDM

Kemnaker Edukasi Pemasaran di Desa Migran Produktif

Kemnaker Edukasi Pemasaran di Desa Migran Produktif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

DEMAK – Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Penanaman Nasional Madani (PNM) dan PT Shopee International Indonesia melakukan pen­dampingan pada Kelompok usaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Desa Migran Pro­duktif (Desmigratif) yang berada di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Te­ngah. Kemnaker memberi­kan pelatihan pemasaran dan permodalan kepada sebanyak 50 peserta yang merupakan pekerja migran dan keluarganya.

“Selama ini masalah yang dihadapi adalah permodal­an dan pemasaran. Nah, kali ini warga di kantong pekerja migran, diberikan edukasi pemasaran dan permodal­an,” kata staf khusus Kem­naker, Maria Magdalena, di Demak, Jawa Tengah, Selasa (14/5).

Menurut Maria, melalui edukasi pemasaran diharap­kan nantinya para peserta khususnya perempuan bisa membangun jaringan untuk membuka peluang usaha yang ditekuni setelah tidak lagi be­kerja di luar negeri.

“Peserta belajar membuat toko online melalui ponselnya. Peserta yang tadinya pembeli, sekarang diedukasi menjadi penjual produk-produk andal­an desanya sehingga nanti­nya diharapkan akan memiliki penghasilan sendiri dan tak tergantung kepada suami saja, “ katanya.

Manajer regional PNM Regional Jepara (Jateng), Ang­gun Pramana Putri, menga­takan Mekaar PNM adalah layanan pemberdayaan me­lalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan prasejahtera.

“Bekerja sama dengan Kem­naker, kami fasilitasi warga desa memberikan dana dan pelatihan untuk mengembang­kan usaha mulai dari dua juta rupiah, tiga juta rupiah hingga lima juta rupiah,” katanya.

Anggun menambahkan sya­rat pemberian dana tersebut yakni perempuan dari keluarga pra sejahtera mulai 17 tahun hingga 58 tahun. “Jika sudah ada sebanyak 7–30 perempuan dari keluarga prasejahtera bisa langsung mengajukan program Mekaar, “ katanya.

Kasi Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Heru Diyatno, mengungkap­kan sejak 2017 Disnaker De­mak konsisten secara terus-menerus membina tenaga kerja di desa Jragung hingga menjadi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) oleh tenaga pendam­ping Desmigratif.

Disnaker Demak, kata Heru Diyatno, juga memberikan ke­sempatan kepada desa-desa lain untuk bisa mengikuti lang­kah ibu-ibu desa Jragung un­tuk bisa menjadi para wirausa­hawan. “Kami apresiasi semua pihak, Desa Jragung binaan kami telah diberikan kegiatan edukasi pemasaran dan per­modalan,“ katanya.

Kepala Desa Jragung, Edy Susanto, mengakui banyak warganya mengeluh kesulit­an memasarkan usaha emp­ing jagung yang sangat laris manis. “Jadi hanya berkutat di Desa Jragung, dan kurang bisa menghasilkan bukti sebagai pemilik yang menghasilkan,” katanya. SM/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment