Koran Jakarta | November 21 2017
No Comments
Kebakaran Hutan - Api di Tebing Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sulit Dipadamkan

Kementerian LHK Siagakan 2.100 Personel Pengendalian

Kementerian LHK Siagakan 2.100 Personel Pengendalian

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Salah satu kendala menanggulangi kebakaran hutan adalah angin dan beberapa lokasi kebakaran berada di tebing dengan kemiringan yang curam.

 

JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) siagakan 2.100 personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Manggala Agni di provinsi rawan karhutla.

“Selain kekuatan Manggala Agni yang tergabung dalam Daerah Operasi, KLHK juga menyiagakan personel dalkarhutla di kawasan-kawasan konservasi di bawah pengelolaan Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam di seluruh wilayah Indonesia,”

ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B Panjaitan, di Jakarta, Selasa (12/9).

Prediksi Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, dan Papua masih berada pada kondisi sangat mudah terbakar. Tidak hanya di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang selama ini menjadi fokus upaya pengendalian karhutla,

wilayah lain seperti Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua juga harus diwaspadai. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh Brigade Dalkarhutla KLHK, Manggala Agni, hingga saat ini.

Di Kalimantan Tengah, Manggala Agni melakukan pemadaman di tiga lokasi, meliputi Desa Henda (Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau) dengan luas areal terbakar lebih kurang 1,6 hektare; Desa Pasir Panjang (Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat) dengan luas areal terbakar lebih kurang tiga hektare;

Desa Karang Anyar (Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat) dengan luar areal lebih kurang satu hektare. Dibekali semangat dan kerja keras, akhirnya kebakaran dapat dikendalikan. Di Kalimantan Selatan,

Manggala Agni Daops Banjar melaksanakan pemadaman di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama di Guntung Harapan (Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru) dengan luas lahan terbakar lebih kurang 45 hektare.

Lokasi kedua berada di Jalan A Yani (Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru) dengan luas areal yang terbakar lebih kurang tiga hektare. Upaya pemadaman oleh Manggala Agni berhasil mencegah kebakaran tidak meluas.

Masih Terbakar

Sementara itu, kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Selasa (12/9). Tak kurang dari 50 hektare hutan yang sebagian besar adalah savana ludes dilalap api sejak Senin ( 11/9).

Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah I TNBTS, Fariana, mengatakan upaya untuk menanggulangi kebakaran hutan terus dilakukan hingga Selasa siang. Wilayah yang mengalami kebakaran, di antaranya adalah di blok Savana, Watu Gede dan Dingklik.

“Daerah savana sudah terpadamkan karena datar, tetapi kebakaran yang di tebingtebing susah dipadamkan,” kata Fariana. Fariana menuturkan salah satu kendala menanggulangi kebakaran hutan adalah angin dan kemiringan lokasi. “Anginnya cukup kencang dan beberapa lokasi kebakaran berada di tebing dengan kemiringan yang curam,” kata Fariana.

Dia berujar kebakaran Taman Nasional dampak dari musim kemarau. Apalagi, bahan bakar sudah menumpuk selama dua tahun atau sejak terbakar pada 2015. Bahan bakar berupa kayu atau ilalang yang menumpuk mudah sekali terbakar. Ant/cit/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment