Koran Jakarta | May 30 2017
No Comments

Kemenpar Targetkan 2019 Bangun 100 Ribu “Homestay”

Kemenpar Targetkan 2019 Bangun 100 Ribu “Homestay”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA– Kementerian Pariwisata pada 2019 menargetkan pembangunan 100 ribu unit homestay. Sebab, homestay desa wisata bakal menjadi portofolio industri baru dalam pengembangan amenitas pariwisata.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan target jumlah homestay baru pada 2019 tersebar di seluruh Indonesia, minimal di 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas yang sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo, meliputi Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

”Tahun 2017 ini ditargetkan 20 ribu, tahun 2018 ditambah 30 ribu lagi, dan tahun 2019 dibangun 50 ribu. Total 100 ribu. Homestay itu dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi. Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yanh saya sebut digital sharing economy,” kata Arief pada Rapat Koordinasi Pariwisata II/2017 di Jakarta, Jumat (19/5).

Arief menambahkan target nasional pariwisata khususnya pembangunan homestay desa wisata sebagai Top 3 program Kemenpar 2017, selain Go Digital dan Air Connectivity. Dia juga mengatakan program homestay desa wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini merupakan kontribusi Kemenpar terhadap pendukungan program satu juta rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibuat Kementerian PUPR.

“Pengelolaan homestay dengan platform digital sharing economy adalah the only choice, karena kalau kita tidak melakukannya, kita pasti habis terdisrupsi oleh pengelola homestay yang menggunakan platform digital. Kalau kita tidak melakukannya, maka orang lain yang akan melakukannya dan kita tergilas,” katanya.

Kunci sukses dalam mengembangkan homestay desa wisata, menurut Arief, adalah sinergi Kemendes dan Kemenpar yang didukung oleh aksesibilitas, amenitas, promosi, SDM dan kelembagaan dengan penguatan jejaring antar industri; pengelolaan destinasi; penguatan capacity building SDM di bidang hospitality; entrepreneurship; serta penguasaan bahasa asing.

Dijelaskannya, konsep pengembangan wisata pedesaan dan perkotaan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025. mza/E-10

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment