Kemenhan Siapkan Komponen Cadangan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Kekuatan Cadangan

Kemenhan Siapkan Komponen Cadangan

Kemenhan Siapkan Komponen Cadangan

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
RENCANA KERJA KEMHAN | Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto bersiap mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/11). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan Kementerian Pertahanan akan mengandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menjadi komponen cadangan.

“Iya tentunya harus kita ikut sertakan karena dalam kompetensi cadangan, itu juga menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat,” kata Prabowo usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin.

Prabowo menjelaskan bahwa langkah menggandeng Kemendikbud itu dalam rangka menyiapkan komponen cadangan dari kalangan terdidik, yaitu kalangan mahasiswa. Dalam peraturan perundang-undangan, kata Prabowo, konsep bela negara yang salah satunya terdapat komponen cadangan, tidak sampai pada ranah wajib militer. “Akan tetapi, lebih bersifat komponen cadangan. Nanti pada saatnya akan kami tampilkan,” ujarnya.

Menurut dia, konsep tersebut sudah lama namun tinggal dimutakhirkan dan dimodernisasi sesuai dengan kondisi bangsa dan negara.

Sebelumnya, dalam RDP Komisi I DPR RI, Menhan Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya untuk membentuk SDM untuk pertahanan negara yang kuat, dengan memaksimalkan komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.

“Komponen utama adalah TNI, membangun komponen cadangan yang nyata dan operasional, lalu siapkan komponen pendukung dari seluruh rakyat di semua sektor, seperti petani, nelayan swasta, akademis, ormas, dan parpol,” kata Prabowo dalam paparan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR, Jakarta, Senin.

Ia mencontohkan Amerika Serikat, sumber perwira berasal dari Akademi Militer sebesar 20 persen dan 80 persen berasal dari universitas.

Berdaulat dan Mandiri

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto juga akan menerapkan konsep pertahanan yang berdaulat dan mandiri, yang mengacu pada visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala negara serta kepala pemerintahan.

“Saya ingin menggarisbawahi kata kunci ini berdaulat dan mandiri, karena berdaulat ini menyangkut menjaga kedaulatan dan di sana ranah bidang tugas kami,” kata Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR RI.

Prabowo mengatakan, visi misi Presiden yang ingin mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, akan menjadi landasan Kementrian Pertahanan untuk bekerja selama lima tahun ke depan.

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan arah kebijakan umum maka dirinya sebagai pembantu presiden akan merumuskan kebijakan pertahanan umum negara. “Semua bertumpu pada pemahanan kita pada tujuan negara, pertama yang menurut saya penting, yaitu melidungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” ujarnya.

Dia menilai, pertahanan keamanan negara tidak boleh dipandang sebagai suatu hal tambahan namun itu merupakan tujuan negara yang pertama. Menurut dia, Indonesia boleh membangun infrastruktur yang banyak dan hebat, namun kalau tidak bisa menjaga wilayah laut, darat, dan udara, maka akan kehilangan kedaulatan dan pertahanan sebagai negara. fdl/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment