Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Digitalisasi Sekolah

Kemendikbud Anggarkan 2,85 Triliun Rupiah

Kemendikbud Anggarkan 2,85 Triliun Rupiah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggar­kan dana sebesar 2,85 triliun rupiah untuk Bantuan Opera­sional Sekolah (BOS) afirmasi dan 1,5 triliun rupiah untuk BOS kinerja untuk sekolah yang berkinerja baik.

“BOS afirmasi diperuntuk­kan bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal sesuai dengan ketentuan perundang-undang­an,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di Jakarta, Jumat (13/9).

Kedua BOS tersebut ber­tujuan meningkatkan akses dan mutu pendidikan siswa. Mendikbud menambahkan ke­dua BOS itu digunakan untuk penyediaan bantuan sarana pembelajaran bagi sekolah dan tablet bagi siswa.

Sasaran sekolah penerima BOS afirmasi sebanyak 30.227 sekolah, dan tablet untuk siswa sebanyak 1,06 juta tablet. Se­dangkan sasaran BOS kiner­ja adalah 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sa­rana pembelajaran yang diberikan pada sekolah yakni kompu­ter, server, tab­let, laptop, LCD, router, dan ekster­nal harddisk.

“Kami ber­harap, dengan bantuan anak-anak di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T) bisa menda­patkan sarana pembelajaran yang baik. Nantinya tidak ha­nya daring, tapi juga luring,” jelasnya.

BOS afirmasi adalah bantuan yang diberikan pada sekolah-sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sementara BOS kinerja diberikan kepada sekolah yang berhasil meningkatkan mutu.

Digitalisasi Sekolah

Dalam kesem­patan yang sama, Se­kretaris Jende­ral Ke­mendikbud, Didik Suhardi, mengatakan pihaknya akan merilis digitalisasi sekolah di Natuna, Kepulauan Riau, pada 18 September 2019.

Dengan adanya bantuan tersebut (BOS afirmasi), Didik berharap siswa dapat meng­gunakannya untuk belajar dan juga mengakses konten-konten pembelajaran dari Kemendik­bud.

Didik menyebutkan Ke­mendikbud sudah mempunyai Rumah Belajar yang memiliki setidaknya 40.000 materi pem­belajaran baik berupa video, presentasi, audio, hingga bank soal.

“Rumah Belajar ini gratis, tidak perlu bayar karena me­rupakan milik pemerintah. Kami harapkan semakin ba­nyak yang mengakses Rumah Belajar ini,” harap Didik.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, Kemendikbud juga membagikan gadget be­rupa tablet ke sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terluar, terdepan (3T). Agar tidak ada penyelewengan, Ke­mendikbud akan mengawasi proses berjalannya program digitalisasi sekolah itu.

Dalam pengawasan ini, pi­haknya akan melibatkan Ins­pektorat Jenderal Kemendik­bud. Selain itu, kepala dinas pendidikan di daerah yang terpapar program tersebut juga diminta terlibat aktif dalam program ini.

“Kita juga minta semua ke­pala dinas memberi pembi­naan kepada sekolah. Mereka juga diharapkan mampu meng­awasi sekolah agar betul-betul memberikan peralatan untuk kebutuhan pembelajaran se­suai yang kita harapkan,” ujar Didik. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment