Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Bursa Wagub l Harus Merevisi UU Nomor 29 tahun 2007

Kemendagri Tampik Usulan Wagub DKI Dua Orang

Kemendagri Tampik Usulan Wagub DKI Dua Orang

Foto : istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Otonomi Daerah Ke­menterian Dalam Negeri, Ak­mal Malik
A   A   A   Pengaturan Font

Pimpinan Sementara DPRD DKI Jakarta mengaku ada usulan dua wagub dalam rapat pembentukan tata tertib. Namun, usulan itu tak dimasukkan dalam pembahasan.

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa jumlah wakil gubernur (wagub) untuk semua wilayah di Indonesia sama, hanya satu orang. Aturan ini pun berlaku untuk Provinsi DKI Jakarta.

“Jumlah wagub untuk se­luruh Indonesia sama, satu orang, sebagaimana peng­aturan kontestasi pilkada yang mensyaratkan berpasangan. Jadi, tidak ada perbedaan un­tuk DKI atau bukan DKI, per­lakuan regulasinya sama,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Otonomi Daerah Ke­menterian Dalam Negeri, Ak­mal Malik, Rabu (11/9/).

Akmal menyampaikan, aturan yang mensyaratkan calon kepala daerah dan ca­lon wakil kepala daerah harus berpasangan tertuang dalam undang-undang nomor 10 ta­hun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota.

Untuk Provinsi DKI Jakarta ada kekhususan berupa un­dang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang pemerintahan provinsi DKI Jakarta seba­gai ibu kota negara kesatuan Republik Indonesia. Pasal 10 undang-undang nomor 29 ta­hun 2007 menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta dipim­pin oleh satu orang gubernur dibantu oleh satu orang wakil gubernur yang dipilih secara langsung melalui pilkada.

Wacana wakil gubernur DKI Jakarta diisi lebih dari satu orang yang dimunculkan sejumlah DPRD DKI tidak bisa direal­isasikan karena bertentangan dengan aturan itu. “Kami tidak bisa melarang orang berwa­cana, tapi isi wacananya tidak akan terealisasi jika tidak sesuai dengan undang-undang dan peraturan lainnya,” kata Akmal.

Wacana 2 Wagub

Wakil Gubernur DKI Ja­karta pengganti Sandiaga Uno belum juga terpilih. Alih-alih malah wacana dua orang pen­damping Anies Baswedan kian masif. Hal itu disetujui oleh Partai Gerindra, namun secara tegas ditolak oleh Partai Ke­adilan Sejahtera (PKS).

Pimpinan Sementara DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengaku, ada usulan tersebut dalam rapat pembahasan tata tertib. Namun, usulan itu tak dimasukkan dalam pemba­hasan tata tertib atau tatib.

Pantas mengatakan, usulan itu muncul karena Jakarta per­nah memiliki empat wagub di era Sutiyoso yang didukung otonomi khusus DKI seba­gai ibu kota negara. Selain itu, munculnya usulan tersebut karena melihat gubernur yang sering menyampaikan keluhan dan membutuhkan wagub le­bih dari satu.

Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, UU Daerah Khusus Ibu Kota yang menjadi acuan dalam usulan ini bersifat lex specialis dari UU No 29/2007, lex generalis dari UU No 23 ten­tang Pemerintahan Daerah.

Wakil Ketua DPRD DKI Ja­karta Sementara, Syarif, me­nyatakan, partainya setuju bila wakil gubernur DKI Jakarta lebih dari satu orang. Kendati demikian, ungkap politisi Par­tai Gerindra itu, DPRD tak bisa membahas usulan ini karena berkaitan dengan UU dan bu­kan domain DPRD merevisi UU.

Tetapi, dia menyebut usulan ini perlu dipertimbangkan de­ngan revisi UU Nomor 29 tahun 2007. Usulan ini juga tak bisa dibahas dalam pembahasan tatib DPRD. “Enggak bisa, bukan domainnya. Domainnya ngatur itu pusat, DPR RI,” jelasnya di Ge­dung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahamad Yani mengatakan, sejauh ini tak ada aturan yang mengatur wagub DKI lebih dari satu orang. Dia mengim­bau agar pemilihan wagub tetap berjalan sesuai aturan yang ada.

“Engggak.. enggak ini se­suai dengan aturan wagub itu adalah dua orang calonnya,” kata Yani. Yani tetap keberatan dengan wacana ini. Pihaknya mengingkan agar wagub te­tap di isi oleh satu orang saja. “Oo enggak. Ini artinya bahwa wagub itu penting. Kalau dulu banyak sekarangkan harus ada wagubnya (satu orang). Di da­lam aturan itu wagub itu hanya satu orang,” tegas dia.  pin/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment