Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Stabilitas Inflasi

Kemendag Fokus Kendalikan Harga Bahan Pokok

Kemendag Fokus Kendalikan Harga Bahan Pokok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memaksimalkan aplikasi digital untuk memantau stok dan harga bahan pokok di masyarakat agar tetap efektif. Pemantauan dengan aplikasi mengikuti saran Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dimaksudkan agar harga tetap terkendali sehingga dapat menekan lonjakan inflasi.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dalam pembukaan rapat kerja di Jakarta, Selasa (21/2), mengatakan Presiden menginstruksikan pengembangan sistem digital untuk melayani masyarakat dengan cepat.

“Presiden sangat serius memperhatikan inflasi dan pembenahan sistem distribusi. Perkembangan harga harus bisa diakses melalui televisi, radio, dan media sosial,” ujarnya.

Tahun ini, untuk perdagangan domestik, Kemendag fokus pada upaya menjaga agar inflasi pada 2017 dan 2018 tetap terkendali dan pasokan terpenuhi, khususnya bahan pokok. Karena itu, kemendag akan merevitalisasi pasar rakyat dengan tetap memperhatikan pedagangnya.

Selain revitalisasi fisik pasar, manajemen stok, pembukuan sederhana, cara melayani pembeli, dan seragam untuk penjual juga menjadi amanat Presiden.

Aspek permodalan dan distribusi barang juga perlu diperhatikan agar pedagang kecil dapat bersaing dengan toko-toko modern. Tak hanya itu, ketersediaan barang dengan harga stabil harus pula diperhatikan.

Selanjutnya, Mendag berharap agar program prioritas nasional dalam lingkup ekonomi dan perdagangan dapat terlaksana lebih efektif. Dia menambahkan sumber daya anggaran diharapkan bisa dimanfaatkan secara lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga target kinerja dapat tercapai.

Mendag juga menyampaikan Presiden meminta jajaran Kemendag bekerja secara, rinci, dan selalu menciptakan terobosan karena peta persaingan sudah mulai berubah.

Gunakan Teknologi

Seperti diketahui, Presiden Jokowi kemarin membuka rapat kerja Kemendag. Presiden meminta Kemendag memantau gejolak harga setiap saat. Selain menggunakan teknologi, jajaran Kemendag diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan, mengecek stok. Presiden khawatir, apabila tidak diantisipasi, inflasi tahun ini tak terbendung.

Sementara itu di sisi produksi, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan pihaknya telah menggerakkan seluruh jajarannya bergerak ke sentra-sentra utama untuk menyerap gabah petani. Hal itu sebagai respons Kementan terhadap anjloknya harga gabah di beberapa daerah yang jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

Instansi-insansi itu di termasuk Badan Urusan Logisik (Bulog), Kementan dan Kemendag. “Kami serentak turun ke lapangan untuk mengecek dan menyerap gabah petani melalui Bulog,” terangnya. ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment