Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments
Kuota Haji | Daftar Tunggu Jemaah Haji Berkurang

Kemenag Tindaklanjuti Tambahan Kuota Jemaah Haji

Kemenag Tindaklanjuti Tambahan Kuota Jemaah Haji

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Penambahan kuota tergolong mendadak sehingga perlu ada pembahasan lintas sektor.

 

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan segera menindaklanjuti tambahan kuota haji bagi Indonesia dari Arab Saudi sebanyak 10 ribu porsi. Dalam waktu dekat, Ke­menag akan melakukan pem­bahasan dengan DPR.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan tambahan kuota tersebut se­iring kunjungan Presiden Joko Widodo yang bertemu Raja Sal­man. Saat ini, tambahan kuota itu juga sudah masuk dalam sistem e-hajj Saudi.

Lukman mengatakan pe­nambahan kuota itu tergolong mendadak sehingga perlu ada pembahasan lintas sektor, se­perti dari Kemenag, DPR, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Dia mengatakan terdapat sejumlah persoalan kompleks penambahan kuota seperti terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Kemenag bersama DPR te­lah menyepakati Biaya Perja­lanan Ibadah Haji (BPIH) 1440 Hijriyah/ 2019 Masehi dengan skema kuota 221 ribu, terdiri dari 204 ribu jemaah haji reg­uler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Rata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini 35.235.602 rupiah atau setara 2.481 dollar AS.

“Bersama DPR, kami sudah menyepakati biaya haji 2019 menggunakan dana optimali­sasi sebesar 7.039 triliun ru­piah untuk 204 ribu jamaah. Itu artinya, untuk 10 ribu jemaah baru sebagai tambahan kuota diperlukan tambahan biaya tak kurang 346 miliar rupiah,” kata dia.

Penambahan kuota itu, kata dia, juga berdampak pada pe­nambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan seki­tar 125 petugas kloter. Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya.

Dampak kedua, lanjut dia, terkait pengadaan layanan haji baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, pe­nambahan kuota akan mem­pengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji. Apalagi, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang saat se­dang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai.

“Kami harus mendistribusi­kan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi. Kami juga harus menambah petugas kloter. Jumlah 10 ribu setidak­nya akan terdistribusi dalam kurang lebih 25 penerbangan. Setiap penerbangan harus ada lima petugas kloter,” kata dia.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, mengapresiasi tam­bahan 10.000 kuota haji seba­gai hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi. “Sebagai Pimpinan Komisi VIII, kami patut mengapresiasi atas hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi,” katanya.

Dia mengatakan penam­bahan kuota haji ini akan me­ngurangi daftar tunggu jemaah haji Indonesia yang saat ini rata-rata mencapai 18 tahun. Bahkan, kata dia, di daerah Su­lawesi Selatan, daftar tunggu jemaah haji mencapai 40 tahun.

“Tambahan ini merupa­kan upaya diplomasi Presiden Jokowi yang secara khusus ke­pada pemerintahan Kerajaan Arab Saudi,” kata dia.

Menurutnya, jika bukan ka­rena memiliki kedekatan diplo­matik antara pemerintah Indo­nesia di bawah Kepemimpinan Presiden Jokowi dengan peme­rintah Kerajaan Arab Saudi saat ini, penambahan ini sulit untuk dilakukan.

Tabungan Umrah

Sementara itu, Bank BJB menggandeng PT Praba Arta Buana Utama sebagai pihak ketiga dalam kegiatan penye­lenggaraan kegiatan ibadah umrah melalui program BJB Tandamata Berjangka Umrah.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M As’adi Budiman, mengatakan pro­gram BJB Tandamata Berjangka Umrah diperuntukkan bagi na­sabah yang ingin melaksanakan ibadah umrah, dengan mem­bayar sejumlah dana pada saat pembukaan rekening dan me­lakukan setoran bulanan.

“Nasabah peserta program menyetorkan dana sebesar 20 persen dari total biaya pa­ket umrah ke rekening pe­nampungan travel agent yang telah ditunjuk di Bank BJB se­bagai booking seat atas keikut­sertaannya,” kata As’adi.

Sebagai pilot project, pro­gram ini berlaku di Bank BJB Kantor Cabang Utama Ban­dung. fdl/tgh/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment