Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
suara daerah

Kembangkan Budaya Bali untuk Tarik Wisatawan

Kembangkan Budaya Bali untuk Tarik Wisatawan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Selama ini, Provinsi Bali sangat dikenal men­jadi tujuan wisata bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Para wisatawan tersebut ingin menikmati semua keindahan yang ada di Pulau Dewata ini.

Berbagai destinasi wisata seperti keindahan pantai, pegunungan serta alam di sekitar Pulau Dewata ini yang membuat wisatawan rela me­ngeluarkan uangnya. Jutaan wisatawan telah menyambangi pulau yang berbatasan dengan Pulau Jawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.

Meski sudah menjadi tu­juan wisatawan dari dalam maupun luar negeri lewat ke­indahan alamnya, Pemerintah Provinsi Bali masih akan terus berusaha menggaet wisatawan lewat adat dan kebudayaan Bali yang sangat terkenal. Ane­ka kekayaan adat dan budaya ini akan terus dipoles dan dipromosikan.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Bali, war­tawan Koran Jakarta, Muham­mad Umar Fadloli, berhasil mewawancarai Gubernur Bali, I Wayan Koster, seusai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang akan Anda laku­kan dalam mengembangkan Bali ke depan?

Kami akan memberikan warna pada penguatan budaya Bali, khususnya yang berkaitan dengan adat, tradisi, dan seni budaya. Hal ini kami lakukan karena Bali kekuatannya pada budaya. Jadi, ini yang harus kami perbuat. Untuk itulah penguatan budaya menjadi prioritas utama kami di dalam membangun Bali ke depan.

Apakah dengan kebijakan itu juga akan ikut membantu meningkatkan perekono­mian masyarakat Bali?

Iya, ini juga akan kami jadi­kan satu pilar dalam memba­ngun perekonomian Bali.

Selain soal budaya, apa­lagi yang akan Anda lakukan dalam lima tahun ke depan dalam upaya menyejahtera­kan masyarakat Bali?

Tentu saja yang kami butuhkan karena Bali tujuan wisata dunia kami membutuh­kan pelayanan yang baik. Hal ini harus dilakukan karena itu kami meningkatkan standar kualitas pelayanan kepari­wisataan di Bali. Peningkata­kan tersebut, termasuk di dalamnya mengembang­kan infrastruktur darat, udara, dan laut secara terintegrasi. Untuk semua itu, kami telah menyusun desain master plan-nya.

Sebentar lagi ada agenda pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG) di Bali. Apakah Anda menetap­kan target berapa wisatawan yang hadir?

Annual meeting melibatkan 15 ribu peserta. Saya kira itu akan menjadi sarana untuk meningkatkan citra baru bagi dunia wisata di Bali. Dari rangkaian kegiatan tersebut saya kira akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.

Apa harapannya terkait penyelenggaraan pertemuan IMF dan WBG ini bagi Bali?

Tentu kami ber­harap agar annual meeting mem­beri dampak langsung bagi kehidupan ma­syarakat di Bali, khususnya indus­tri di sektor usaha kecil menengah (UKM).

Terkait adanya reklamasi di Teluk Benoa, apa tidak akan mengganggu?

Kalau soal reklamasi, sudah jelas sesuai dengan visi kami bahwa reklamasi di kawasan Teluk Benoa itu tidak dapat dilaksanakan.

Tapi, bagaimana dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Kawasan Perkotaan?

Saya kira Perpres tersebut tidak menyuruh reklamasi. Jadi, mau ada Perpres atau enggak, kalau gubernur me­ngatakan tidak ada reklamasi maka tidak akan dilaksanakan.

Apa sudah ada komuni­kasi dengan Presiden terkait Perpres tersebut?

Perpres itu mem­beri ruang kalau mau dilakukan reklama­si boleh, tapi tidak menyuruh. Jadi, mau direklamasi, memanfaatkan ru­ang yang disedia­kan atau tidak itu tergantung pengambil kebijak­an.

N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment