Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments
Produk Pangan

Kelebihan Produksi Merugikan Petani Jagung AS

Kelebihan Produksi Merugikan Petani Jagung AS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

CHICAGO - Petani AS yang berusaha meningkatkan pendapatan dengan menanam jagung yang digunakan untuk membuat tortilla,akan terpaksa menjual rugi hasil panen mereka kepada pembuat etanol atau pakan ternak jika terjadi penyetaraan kualitas dari produk makanan untuk dikonsumsi manusia.

Kelebihan pasokan biji-bijian yang paling umum seperti jagung dan kedelai telah menyebar hingga ke pasar khusus karena banyak petani telah beralih menanam jenis benih yang berbeda untuk melakukan diversifikasi dan meningkatkan revenue setelah empat tahun kelebihan panen memotong pendapatan petani dan menekan harga biji-bijian utama.

Jagung putih, yang produksinya kira-kira 1 persen dari panen jagung AS sebanyak 14,6 miliar gantang (bushel), akan jadi produk unggulan yang dapat menyebabkan kenaikan harga sebanyak 1 dollar per gantang di atas jagung kuning karena telah dikomoditisasi.

Tapi keuntungan itu telah melorot ke posisi terendah empat tahun sampai di atas 5 sen pada bursa jagung di Chicago Board of Trade, Cc1.
Terlalu banyak petani menanam jagung putih di negara bagian seperti Illinois, Illinois, Kentucky dan Nebraska.

Harga jagung pada 2017 turun untuk tahun kelima berturut-turut dan rekor besar saham AS mendorong para petani untuk mencari alternatif prodik pangan yang bernilai lebih tinggi.

Namun, karena lahan tanam menciut khususnya untuk varietas seperti jagung putih, maka prosuksi jagung organik dan non-genetika terus meningkat, sehingga keuntungan bagi petani akan menyusut bagi petani sehingga mau tak mau mereka harus berpaling ke produk pertanian yang bernilai tinggi.

Karena wilayah pertumbuhan jagung putih dipusatkan di beberapa negara bagian AS, varietas tersebut dapat amat rentan terhadap fluktuasi harga yang lebih parah daripada jagung kuning yang tumbuh lebih luas, kata Roger Theisen, manajer jagung khusus di divisi pertanian DowDuPont Inc (DWDP.N), mengatakan lewat email.

“Ini berarti satu peristiwa cuaca bisa berdampak signifikan terhadap produksi jagung putih di suatu daerah,” katanya.

Ekspor jagung putih AS selama November sebesar 1,48 juta ton, turun sekitar 10 persen dari total 2016 yang setara dengan 1,63 juta ton, menurut data Kementerian Pertanian AS.

Nilai penjualan tersebut turun menjadi 312 juta dollar AS, dari 367 juta dollar AS pada tahun 2016. AFP/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment