Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Transportasi Umum - Sejumlah “Rest Area” Ditutup Agar Tak Ada Penumpukan

Kejar Waktu Masuk Kerja, “One Way” Macet

Kejar Waktu Masuk Kerja, “One Way” Macet

Foto : ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA
LINTASI TOL - Kendaraan melintasi jalan tol Karawang Barat, Jawa Barat, Minggu (9/6).
A   A   A   Pengaturan Font
Perjalanan dari Semarang hingga Jakarta yang seharusnya ditempuh sekitar 6 hingga 7 jam, kemarin harus mengalami perjalanan lebih dari 12 jam.

 

JAKARTA - Sistem satu arah atau one way menuju Jakarta dari gerbang tol (GT) Kalikang­kung, Jawa Tengah, hingga GT Cikampek Uta­ma, Jawa Barat, pada Minggu (9/6) tak mem­buat kemacetan bekurang. Kondisi jalan tol trans Jawa sekitar 400 kilometer itu tampak dipenuhi kendaraan di semua jalur.

Perjalanan dari Semarang hingga Jakar­ta yang seharusnya bisa ditempuh sekitar 6 hingga 7 jam, kemarin harus mengalami per­jalanan lebih dari 12 jam. Tampaknya, kemarin merupakan puncak arus balik Lebaran 2019.

Sejumlah pemudik mengaku, kemacetan di­sebabkan waktu arus balik lebih pendek, yak­ni hanya tiga hari, 7-9 Juni 2019 dibandingkan saat mudik yang panjang, 30 Mei hingga 4 Juni 2019. Selain itu, kebanyakan pemudik menge­jar hari pertama masuk kerja, Senin (10/6), se­hingga menumpuk di jalan tol.

Dilaporkan, kemacetan terjadi di GT Cikam­pek Utama di jalur Cipali mengarah ke Jakarta. Di sini, antrean kendaraan mengular lebih dari 2 kilometer. “Antrean GT Cikampek Utama arah Jakarta saat ini terjadi lebih dari 2 kilometer,” kata Kasatlantas Polres Karawang, AKP Bariu Bawana, di Cikampek Utama.

Bukan saja di jalan tol, di jalan arteri pantai utara (pantura) juga mengalami kemacetan. Dilaporkan, macet parah juga berlangsung di Simpang Jomin dan Cikampek. Ini disebabkan banyak pengendara keluar jalan tol menggu­nakan jalur alternatif namun kondisinya tidak berubah, tetap macet.

Selain itu, jalan arteri sepanjang Karawang-Cikampek terpantau macet untuk ke arah pan­tura dan Bandung, Kemacetan tersebut terjadi mulai jalur Tanjung Pura, Karawang, hingga ke Cikopo, Cikampek. Terlihat bus-bus antarkota dari arah Jakarta, Bekasi, dan Cikarang yang se­harusnya tidak melewati jalur arteri jika sedang dalam kondisi normal. “Ini terjadi dari pagi ka­rena kebijakan satu arah di tol ke arah Jakarta,” kata Ujang, pedagang kaki lima di sekitar Tan­jung Pura, Karawang.

Kepadatan yang terjadi akibat kebijakan one way di tol Jakarta-Cikampek membuat penumpang bus antarkota terpaksa menam­bah waktu perjalanannya lebih lama. Seorang penumpang bus antar kota jurusan Cikarang-Bandung mengatakan harus menghabiskan waktu lebih dari dua kali lipat untuk menuju Bandung, yakni 5 jam.

Jalur Pantura

Diakui Kepala Badan Penelitian dan Pengem­bangan (Balitbang) Kemenhub, Sugihardjo, ada­nya kebijakan penutupan area tempat istirahat atau rest area di tol Jakarta-Cikampek menye­babkan pemudik memilih jalur Pantura. Ditam­bah ada pengumuman dari Jasa Marga dan Ko­rlantas Polri untuk menutup rest area tersebut.

“Dengan adanya informasi tersebut seba­gian pengemudi yang hendak balik dari kam­pung halaman menuju Jakarta pun tidak ter­fokus di jalur tol,” kata Sugihardjo.

Sugihardjo juga ingatkan pemudik yang mengemudikan kendaraan untuk beristirahat setiap empat jam sekali. Hal ini untuk menghin­dari terjadinya kelelahan yang dapat menyebab­kan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Orang yang sudah mengemudi 4 jam lebih itu harus dikasih kesempatan istirahat. Kalau enggak ada istirahat lalu ada kecelakaan kan sa­lah juga,” ujarnya.

Namun demikian, karena banyaknya jum­lah pemudik, para pemudik yang mengguna­kan rest area juga diimbau untuk tak berlama-lama. Sebab, hal ini dapat mengakibatkan penumpukan jumlah kendaraan dan pemudik. Alternatif lainnya, untuk menghindari kelela­han pengemudi, pemudik diminta untuk me­nyiapkan pengemudi pengganti.

Sebelumnya, Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga, Irra Susiyan­ti, mengatakan penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah arus balik arah Jakarta dari Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dimajukan.

Penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah pada arus balik arah Jakarta dari Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung sampai de­ngan KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dimu­lai sejak pukul 08.24 WIB, Minggu ini. “One way hari ini maju dari yang telah direncanakan se­belumnya pukul 12.00 WIB dan diberlakukan dengan memastikan lajur sebaliknya (arah Ci­kampek) telah steril sehingga tidak ada peng­guna jalan yang terjebak dalam perjalanan ke Cikampek,” pungkas Irra. Ant/rag/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment