Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Sering Hanya Jadi Rutinitas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments
Pelaksana Tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri, Agus Fatoni, tentang Optimalisasi Hasil Litbang

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Sering Hanya Jadi Rutinitas

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Sering Hanya Jadi Rutinitas

Foto : KORAN JAKARTA/AGUS SUPRIYATNA
A   A   A   Pengaturan Font
Penelitian dan pengembangan (litbang) termasuk di bidang pemerintahan sangat penting dan strategis. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini bisa jadi acuan dalam membuat rumusan kebijakan yang akan diambil. Sehingga kebijakan yang diambil, pijakannya benar-benar berdasarkan kajian ilmiah.


Namun faktanya, hasil pengemangan dan penelitian di bidang pemerintahan belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mengupas hal itu lebih lanjut, Koran akarta, mewawancarai Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (BPP Kemendagri), Agus Fatoni, di Jakarta, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Seberapa penting peran dari Badan Penelitian dan Pengem­bangan ini?

Penelitian dan pengembangan berperan dalam meningkatkan kualitas kebijakan dan program pe­nyelenggaraan pemerintahan dae­rah. Hasil dari penelitian ini bisa dijadikan rumusan dasar kebijakan dalam penyelenggaraan pemerin­tah daerah. Selain itu, penyusunan naskah akademis, termasuk regulasi juga dapat mendasarkan pada hasil penelitian dan pengembangan. Karena hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dipertang­gungjawabkan secara ilmiah. Dasar hukum dan peluang yang ada ini dapat memaksimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi kelitbangan, baik di pemerintah pusat maupun daerah.

Dari sisi regulasi, seberapa kuat posisi dan peran dari badan Lit­bang ini?

Dari sisi dasar hukum, pelaksanaan fungsi kelitbangan sudah cukup kuat. Ini ditandai dengan terbitnya sejumlah regulasi, baik berupa un­dang-undang, Peraturan Pemerin­tah (PP), maupun Peraturan Menteri Dalam Negeri. Dari sisi fungsi dapat terlihat dalam Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perun­dang-undangan. Dalam aturan itu disebutkan Litbang berperan dalam proses peningkatan kualitas kebijakan dan program penyeleng­garaan pemerintahan di daerah.

Adakah kendala yang dihada­pi badan Litbang sehingga acap kali hasil dari kajiannya ini kurang dimanfaatkan?

Ya, kami menyadari masih adanya sejumlah persoalan di bidang kelit­bangan. Di antara persoalan itu, misalnya pe­manfaatan hasil kelitbangan yang masih belum maksimal. Tidak jarang, kegiatan penelitian dan pengembangan, terutama di bidang kebijakan pemerintahan ini hanya menjadi rutinitas. Akibatnya, hasil kelitbangan saat ini belum mampu memberikan kontribusi dalam pe­nyusunan kebijakan dan regulasi.

Di sisi lain, dari segi birokrasi kelitbangan juga masih terkesan strukturalis, seperti jenjang birokrasi yang terlalu panjang. Kondisi ini menghambat kerja kelitbangan. Ket­erbatasan juga terjadi pada sumber daya manusia (SDM) yang sering kali belum menjadi prioritas program.

Dari sisi dukungan anggaran bagaimana?

Anggaran kelitbangan juga kami lihat belum menjadi prioritas, jumlahnya terbatas. Kemudian, keterbatasan sarana dan prasarana juga dialami kita semua di bidang kelitbangan.

Adakah langkah atau solusi mengatasi masih minimnya du­kungan anggaran ini?

Mengatasi persoalan ini (ang­garan), memang perlu adanya kerja sama antara intansi kelitbangan dengan pihak lain. Ini pula tengah dilakukan BPP Kemendagri dalam mengkaji jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada), dengan melibatkan lembaga think tank independen.

Sementara dari sisi pembenahan organisasi, bisa juga dilakukan den­gan memperkuat aspek fungsional dari semula yang orientasinya masih struktural.

Sementara terkait terbatasnya pendanaan, ini dapat diantisipasi dengan membangun kerja sama dengan pihak ketiga, atau meman­faatkan Corporate Social respon­sibility (CSR) yang ada. Selain itu dengan membuat terobosan baru dalam upaya mengongkosi biaya kelitbangan. n agus supriyatna/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment