Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Bursa Eropa

Kebijakan Suku Bunga Rendah Tekan Euro

Kebijakan Suku Bunga Rendah Tekan Euro

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kebijakan moneter European Central Bank (ECB) atau Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga rendah menyebabkan investor mengurangi pembelian surat utang atau obligasi sehingga menekan mata uang euro. Pada sesi perdagangan Senin (18/6) euro melemah 0,22 persen terhadap dollar Amerika, dan 0,21 persen terhadap dollar Kanada, lalu 0,25 persen terhadap dollar Australia dan 1,67 persen terhadap real Brasil.

Euro hanya terapresiasi 0,18 persen dan 0,19 persen terhadap poundsterling Inggris dan Rubel Rusia. Sedangkan terhadap mata uang Asia, euro melemah 0,12 persen terhadap rupee India, 0,23 persen terhadap baht Thailand, 0,24 persen terhadap dolar Hong Kong, 0,3 persen terhadap dolar Singapura, 0,32 persen terhadap renmimbi Tiongkok, dan 0,33 persen terhadap yen Jepang.

Mata uang tersebut hanya menguat 1,28 persen terhadap won Korea Selatan, 0,16 persen terhadap ringgit Malaysia, dan 0,1 persen terhadap peso Filipina. Selain berdampak pada kurs euro, kebijakan ECB tersebut juga menyebabkan bursa saham Eropa turun. Indeks Bloomberg Euro 500 dan Euro STOXX 50 masing-masing melemah 0,46 persen dan 0,57 persen ke 260,46 dan 3.484,87.

Demikian juga dengan indeks CAC 40 dan CAC All-Tradeble di Perancis masing-masing melemah 0,71 persen dan 0,65 persen. Indeks DAX dan HDAX di Jerman turut melemah 0,73 persen dan 0,76 persen. Indeks FTSE All-Share di Inggris melemah 0,15 persen. Sedangkan, indeks FTSE MIB di Italia melorot 0,74 persen, serta indeks AEX dan Ams-Midkap di Belanda turun 0,48 persen dan 0,38 persen.

Begitu pula dengan indeks OMX Stockholm 30 di Swedia turun hingga 1,12 persen. Di pasar surat utang, imbal hasil atau yield obligasi utama di Eropa juga turun. Yield obligasi Jerman untuk tenor 10 tahun turun 0,9 persen menjadi 0,39 persen. Lalu, yield obligasi Inggris turun hingga 1,8 persen menjadi 1,31 persen dan obligasi Belanda dengan tenor yang sama turun hingga 1,2 persen menjadi 0,5 persen.

Pengamat suku bunga ING, Martin van Vliet mengatakan pelemahan bursa dan euro tersebut terpengaruh pernyataan ECB. Pasar menilai kebijakan ECB yang berencana mengurangi pembelian obligasi mulai September nanti tersebut tidak agresif (dovish). “Retorika ECB minggu ini ditafsirkan kurang dovish yang menyebabkan bearish di zona euro, meskipun mereka memiliki fokus baru pada ketegangan perdagangan,” kata Vliet. Rtr/E-9

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment