Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, tentang Pelaksanaan Pemilu 2019

Keamanan Pemilih Dijamin, Jangan Takut Datang ke TPS

Keamanan Pemilih Dijamin, Jangan Takut Datang ke TPS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Pada hari Jumat (5/4), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memimpin acara Apel Bersama dan Pembacaan Ikrar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Ikut Serta Menyukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019, di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

 

Dalam acara itu, Tjahjo menekankan pentingnya ikut menyosialisasikan pemilu. Tujuannya agar tidak ada masyarakat yang golput. Tjahjo juga minta, seluruh ASN ikut mendorong meningkat­nya partisipasi pemilih di pemilu serentak 2019.

Banyak hal yang diungkap Tjah­jo soal pemilu di acara tersebut. Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta berkesempatan me­wawancarai Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, usai acara apel bersama di Jakarta, Jumat (5/4). Berikut petikan wawancaranya.

Menko Kemaritiman tengah jadi sorotan terkait munculnya video saat berkunjung ke sebuah pesantren. Tanggapan Anda?

Saya tidak berkomentar ya.

Hari pemungutan suara tinggal sebentar lagi. Mah­kamah Konstitusi juga telah mengeluarkan keputusan tentang penggunaan Surat Keterangan (Suket) perekaman e-KTP. Bagaimana langkah Kemendagri me­maksimalkan perekaman e-KTP, di desa atau bahkan di luar negeri?

Saya kira di luar negeri sudah maksimal ya, tergantung proaktif kesadaran warga negara kita, baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di kota-kota besar. Kalau di pedesaan saya kira lebih tertib ya. Tinggal yang di perkotaan yang di luar negeri yang belum bisa secara maksimal. Itu kuncinya bukan salah KPU, warga harusnya lebih proaktif.

Soal acara ikrar ASN Kemendagri tujuannya?

Ikrar ini bahwa kami, satu keluarga Kemendagri dan BNPP, ingin mendu­kung suksesnya pelaksanaan pemilu serentak pada 17 April 2019 dengan demokratis, mengajak ke­pada seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih yang jumlahnya ada 192 juta. Mari kita dukung suksesnya pemilu ini dengan partisipasi hadir di TPS tidak golput sesuai dengan haknya sebagai warga negara yang punya hak konstitusional untuk memilih calon presiden dan wapres, calon anggota DPRD, DPR, dan DPD.

Kita apel ini ingin mengajak seluruh bangsa Indonesia mari kita jaga peraturan kesatuan. Kita jaga kegotong-royongan. Jangan sampai pemilu ini merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. Boleh beda sikap, beda pilihan, beda dukungan tapi tunjukkan sebagai warga negara Indonesia yang in­gin bersatu. Warga negara Indonesia yang penuh kekeluargaan. Ini supaya pelak­sanaan pileg dan pilpres serentak ini berjalan lancar dan bagus. Kami menghimbau, mengajak semuanya mari melawan racun demokrasi yaitu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, kampanye yang berujar fitnah, kampanye yang SARA dan hoaks.

Itu racun demokrasi yang harus kita lawan, dan kami Kemendagri dan BNPP percaya penuh dengan KPU dan Bawaslu yang punya struktur mulai dari pusat sampai tingkat yang paling bawah akan mampu melaksanakan proses konsolidasi demokrasi yaitu pileg dan pilpres dengan baik. Kami me­nyampaikan terima kasih kepada kepolisian di-back up TNI, di-back up oleh BIN yang yakin untuk mengamankan jalannya pemilu serentak pada tanggal 17 April tahun ini. Saya kira itu intinya, ikrar kami pada hari ini.

Soal tahapan pemilu sampai hari ini memasuki kampanye ter­buka, penilaian Anda bagaimana?

Saya kira tahapan-tahapan KPU sudah dijalankan dengan detail sesuai dengan UU yang ada, yang diatur dalam PKPU yang ada.

Tahapan krusial yang harus dicermati?

Ya, sekarang memasuki tahapan krusial, itu nanti pada proses per­hitungan suara akan lewat tengah malam. Yang kedua adalah proses penetapan pemenang baik siapa yang jadi capres dan cawapres yang menang, anggota DPR DPRD dan DPD terpilih. Tahapan krusial mulai saat dihitung di TPS sampai pada proses penetapan.

Kalau ada yang tak puas dengan hasil pemilu, imbauan Anda bagaimana?

Kalau ada pasangan capres dan cawapres atau ada calon-calon ang­gota DPR, DPRD, atau DPD yang tidak puas, silakan mengajukan gugatan ke MK, ke DKPP maupun ke Panwas. Saya kira itu saja masa-masa krusial. Saya yakin KPU sudah ada pengalaman. TNI dan Polri juga sudah ada pengalaman men­jaga ketertiban, menjaga stabilitas. Saya yakin ini akan jalan dengan lancar dan aman pada tanggal 17 April ini. agus supriyatna/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment