Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Asian Games 2018

Karate dan Jetski Sumbang Emas

Karate dan Jetski Sumbang Emas

Foto : ANTARA/INASGOC/Yudhi Ginanjar - ANTARA/INASGOC/Bram Selo Agung
A   A   A   Pengaturan Font

Raih Emas - Karateka Indonesia Rifki Ardiansyah Arrosyiid membentangkan kedua tangan di atas podium usai penyerahan medali emas setelah mengalahkan karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh di final karate putra 60 kg Asian Games 2018 di Plenary Hall JCC, Jakarta, Minggu (26/8).

Usai Berlaga - Pejetski Indonesia Aqsa Sutan Aswar saat berlaga di final kelas Endurance Runabout Open Asian Games 2018 di Jetski Indonesia Academy, Ancol, Jakarta, Minggu (26/8). Pada final itu, Aqsa Sutan meraih emas.

 

JAKARTA – Indonesia menambah dua emas di hari ke-9 Asian Games 2018, masing-masing dari cabang karate dan jetski, Minggu (26/8).

Emas karate disumbangkan Rifki Ardiansyah Arrosyiid sedangkan satu-satunya medali emas dari cabang jetski diraih Aqsa Sutan Aswar pada kelas endurance runabout open.

Untuk cabang karate, torehan emas tersebut menjadi sejarah tersendiri setelah masa penantian 16 tahun lamanya. Kali terakhir karate menyumbang emas untuk Indonesia pada Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan yang diraih Hasan Basri di nomor kumite 65kg.

Sedangkan dari cabang atletik, Lalu Muhammad Zohri gagal menyumbang medali bagi Indonesia dari nomor lari 100 meter putra. Zohri tercecer di barisan terakhir nomor lari paling bergengsi tersebut.

Medali pertama atletik sendiri disumbangkan Sapwaturrahman dari nomor lompat jauh. Medali atletik lainnya diraih Emilia Nova yang turun di nomor halang rintang putri 100 meter.

Emilia meraih medali perak setelah finis kedua di belakang pelari Korea, Hyelim Jung. Sementara medali perunggu diraih pelari Hongkong, Lai Yiu Lui.

Dengan raihan tersebut, Indonesia saat ini telah mengemas 12 emas, 13 perak dan 25 perunggu, melampaui perolehan medali Indonesia saat Asian Games 1962.

Saat itu Indonesia meraih 11 medali emas. Sementara itu, Tiongkok masih tak tergoyahkan di puncak dengan 78 emas, 59 perak dan 37 perunggu. Dibayangi Jepang di posisi kedua dengan 40 emas, 34 perak dan 48 perunggu.

Korea di posisi tiga dengan 27 emas, 30 perak dan 37 perunggu. Sementara Iran di posisi empat dengan 14 emas, 14 perak dan 12 perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersyukur karena medali emas yang diraih kontingen tuan rumah sudah menembus dua digit.

Sedangkan Ketua Kontingen Indonesia, Komjen (Purn) Syafruddin semakin optimistis dengan perolehan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Ini jadi semacam zona menuju emas ke 16, sebagaimana target agar masuk 10 besar,” kata Syafruddin. ben/Ant/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment