Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments

Karakter Personal Desain Rumah

Karakter Personal Desain Rumah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemilik rumah bisa lebih bebas mengekspresikan kebebasan untuk menentukan desain sesuai dengan keinginan maupun kebutuhannya.

Saat ini, rumah telah menjadi ruang personal. Setiap penghuni memiliki kebebasan menentukan desain maupun tata ruangnya. Semua tidak lain supaya penghuni dapat menikmati kenyamanan penuh di dalam rumah.

“Ada orang yang senang memelihara burung. Sambil duduk-duduk, dia bisa melihat burung koleksinya” ujar Hezby Ryandi, Co-Founder dan Chief Design Officer DELUTION, konsultan arsitektur yang menerangkan salah satu desain permintaan kliennya dalam talk show bertema Home Sweet Home, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Untuk menikmati koleksi burung, ruangan yang berada persis di samping kandang burung dilengkapi dengan sofa dan kursi bar. Sehingga, pemilik dapat menjamu tamu sekaligus memperlihatkan koleksinya.

Saat ini, desain rumah tidak selalu “mematuhi” kaidah di masyarakat. Jika 20 tahun maupun 30 tahun lalu, desain rumah hampir serupa satu dengan yang lainnya. Maka saat ini, orang memiliki kebebasan untuk menentukan desain sesuai dengan keinginan maupun kebutuhannya. Hal ini lantaran, desain akan bertolak dari karakter pemiliknya. Sehingga, mereka akan merasa nyaman tinggal di rumahnya.

Dalam mendesain rumah, Hezby berupaya untuk merepresentasikan karakter pemilik rumah. “Kita mau merepresentasikan, rumah merupakan cerminan penggunanya,” ujar dia yang kantor konsultannya lebih menitik beratkan pada desain rumah iconic. Untuk itu, setiap rumah memiliki desain berbeda. Ia mengibaratkan rumah sepertihalnya manusia yang memiliki sudut pandang yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Pasalnya, desain rumah tidak sekedar indah dipandang mata. Namun, desain rumah dapat mengubah orang menjadi pribadi yang lebih baik. Desain yang memenuhi kebutuhan hidup penggunanya menjadikan mereka dapat hidup lebih nyaman. Tidak itu saja, lingkungan disekitarnya pun akan ikut terpengaruh untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Rumah dengan banyak bukaan menjadi salah satu bagian desain DELUTION. Adanya sirkulasi udara yang bebas keluar masuk menjadikan rumah lebih dingin dan minim penerangan listrik. Alhasil, hidup menjadi lebih berkualitas dan dapat menghemat penggunaan listrik.

Rumah dengan desain yang maksimal tidak sekedar mengakomodir kebutuhan pemiliknya. Dalam arti yang lebih luas, rumah merupakan bagian terkecil dari kota, desain rumah dapat memberikan sumbangsih terhadap keseluruhan wajah kota tersebut.

Terlebih dengan akan meningkatnya arus urbanisasi, masyarakat akan makin banyak tinggal di kota, dengan kata lain mereka akan membutuhkan tempat tinggal. Walaupun terkesan minim, desain rumah dipandang lebih rumit dibandingkan mendesain ruang publik.

Ruang publik akan menampung berbagai orang dengan beragam karakter. Namun, mereka tidak akan komplain jika ada desain yang tidak sesuai. Berbeda dengan rumah, tempat tinggal tersebut memiliki sifat yang lebih intim.

Pemilik dapat protes jika hasil desainnya tidak sesuai dengan keinginannya. “Yang mau nggak mau, kita harus memahami mereka (klien) dan mendesain yang fix untuk mereka,” ujar dia.

Seperti saat mendesain rumah Budi Sulistijo, Hezby bersama DELUTION diminta membuat rumah mewah yang tidak terkesan mewah sesuai dengan permintaan klien. Kemewahan ditunjukkan melalui banyaknya bukaan untuk sirkukasi udara dan sinar matahari serta keterhubungan satu ruang dengan ruang lainnya.

Arsitek tidak menggunakan marmer, granit maupun kaca untuk menghindarkan kesan mewah yang berlebih. Mereka menggunakan bata Bali sebagai pelapis dinding rumah.

“Rumah ada musholla dan kebun,” ujar Budi tentang rumah impiannya. Selain untuk mendesain tempat tinggalnya, Budi menggunakan jasa arsitek sebagai cara “mendamaikan” pertengkaran konsep rumah antara dia dan istrinya.

“Kalau saya dan istri (pengerjaan rumah) pasti bertengkar, untuk itu panggil arsitek (untuk menyelesaikan konsep rumah),” ujar dia. Sekarang, dia bisa menikmati rumah sesuai dengan keinginannya dan keinginan istrinya. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment