Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Pascarusuh Papua l Pangdam Menjamin Keamanan Warga asal Papua

Kapolda Bertemu Masyarakat Papua di Jakarta

Kapolda Bertemu Masyarakat Papua di Jakarta

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Kapolda mengajak masyarakat Papua di Jakarta agar tak terpengaruh pada informasi tidak benar atau hoaks di media sosial.

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bertemu dengan tokoh mas­yarakat dan mahasiswa Papua di Balai Pertemuan Polda Met­ro Jaya, Jakarta Selatan (23/8). Pertemuan ini merupakan bagian meredam konflik yang terjadi di Papua terkait kasus rasisme dan merajut persatuan dan kesatuan dalam semangat kebinekaan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, dalam sambutannya menyatakan per­temuan ini sengaja diinisiasi untuk mempererat persatuan dengan semangat kebinekaan. “74 tahun kita merdeka sam­pai hari ini, bangsa kita tetap eksis, saudara dari Papua juga bagian dari Indonesia. Kalau dikatakan berbeda yah me­mang berbeda, tapi kita tetap satu dalam kebinekaan. Dalam satu wadah NKRI. Kita samoa basodara,” ujarnya.

“Kalau kita melihat perbe­daan, itu cikal bakal dari per­pecahan. Tetapi jika kita melihat persamaan-persamaan, besok dunia kiamat, hari ini Indonesia masih eksis,” kata Gatot.

Gatot mengajak masyarakat Papua di Jakarta agar tak terpen­garuh pada informasi tidak be­nar atau hoaks di media sosial. Sebab, hoaks dinilai salah satu faktor penyebab perpecahan.

“Saudara-saudara kita di Papua adalah bagian dari In­donesia. Kita memang berbe­da-beda, tapi kita tetap dalam ikatan yang disebut Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Gatot.

Gatot juga mengimbau mas­yarakat agar bijaksana men­yikapi kericuhan yang terjadi di Malang, Surabaya, Jawa Timur, Manokwari dan Fakfak, Papua Barat. Ia berharap masyarakat Papua tidak terprovokasi.

“Mari kita sikapi arif dan bijaksana. Kita ajak sauda­ra-saudara kita, kita ini satu. Jangan terpengaruh hoaks, isu ini terus dikembangkan untuk memecah bangsa kita,” pung­kas Gatot.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono dan seluruh Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya turut ha­dir dalam per­temuan ini. Selain itu ada juga tokoh Papua di Jakar­ta, Baharudin Farawowan. Pertemuan tersebut juga dihadiri berbagai organisasi mas­yarakat seperti Forum Betawi Rempug, Banser, Pemuda Mu­hammadiyah, dan Forkopimda DKI Jakarta.

Jaminan Keamanan

Pangdam Jaya, Mayor Jen­deral Eko Margiyono, menya­takan kesiapannya menjaga keamanan para masyarakat Papua dan Papua Barat yang memiliki hajat hidup di DKI Jakarta. “Kepada masyarakat Papua dan Papua Barat, adik-adik yang sedang bersekolah di Jakarta. Jangan ada rasa takut sedikit pun, kami se­mua baik Polri dan TNI akan melindun­gi. Kami adalah orang terdepan untuk me­lindungi sauda­ra-saudara semuanya. Tak perlu risau dan mu­dah terha­sut dengan berita yang tidak benar,” ujarnya

Kondisi di Papua menjadi rusuh setelah sejumlah pe­muda Papua terlibat bentrok dengan warga di Malang, Jawa Timur, Kamis, (15/8). Bentro­kan bermula saat para ma­hasiswa Papua berunjuk rasa memperingati 57 tahun perjan­jian New York, Amerika Serikat.

Di sela-sela aksi bertemakan ‘Amerika Serikat Harus Bertang­gung Jawab Atas Penjajahan di West Papua’, terjadi keributan antara pedemo dan warga se­tempat. Aksi saling lempar batu pendemo dengan warga yang kontra unjuk rasa tak terelakan.

Aksi di Malang itu menda­pat protes dari masyarakat di Manokwari, Papua Barat. War­ga Manokwari menggelar aksi damai pada Senin, 19 Agustus 2019. Namun, aksi ini berbun­tut kerusuhan. Aksi juga ber­munculan di Sorong, Papua Barat dan merembet hingga ke Fakfak, Papua Barat, dan Mim­ika, Papua.  jon/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment