Koran Jakarta | October 21 2018
No Comments
Kecelakaan Laut

Kapal TNI AD Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu

Kapal TNI AD Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Komando Daerah Militer Jaya tenggelam di Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (12/3). Kapal itu mengangkut 65 prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam rangka menyiapkan kegiatan bakti sosial di Kepulauan Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Saya mendapat laporan bahwa saat ini evakuasi sudah selesai dengan semua awak dan penumpang dalam keadaan selamat,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Sabrar Fadhilah, di Jakarta, Senin (12/3). Dari informasi yang diperoleh, kapal tersebut tenggelam akibat mati mesin. Pada pukul 07.10 WIB, personel pengamanan berangkat menuju lokasi ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Setelah berada di tengah laut Kepulauan Seribu, kapal cepat rusak dan mesin kapal tidak aktif atau mati total. Pada pukul 10.15 WIB, kapal KMC AD-04-15 itu merapat ke kapal KMC AD-16-05 untuk menyelamatkan penumpang agar pindah ke kapal lain. Pada pukul 11.10 WIB, kapal KMC AD-16-05 tenggelam dan 65 orang dapat dievakuasi.

Sementara itu, Kapendam Jaya, Letkol Inf Kristomei Sianturi, mengatakan sekitar pukul 07.00 WIB, pihaknya memberangkatkan dua KMC, yakni KMC AD 04-15 dan KMC AD 16-05 guna persiapan kegiatan bakti sosial dari Dermaga Tanjung Priok menuju Kepulauan Seribu.

Namun, saat perjalanan, tepatnya di Perairan Keparean, Kepulauan Seribu, KMC AD 16-05 mengalami gangguan mesin dan terapung-apung pada pukul 11.10 WIB. “TNI yang berada di dalam kapal kemudian dievakuasi ke KCM AD 04-15. Kapal itu kemudian tenggelam ketika ombak menerjang di tengah cuaca buruk,” tegas Kristomei.

 

Alutsista Baru

 

Kristomei mengatakan KCM AD 16-05 yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu itu masih tergolong alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. “Itu kapal masih baru, bagus. Spesifikasi tidak ingat, tapi kapalnya masih bagus,” kata Kristomei. Kristomei mengatakan, sebelum diberangkatkan dari Dermaga Tanjung Priok menuju Kepulauan Seribu, seluruh kapal telah dicek kesiapannya.

Kapal berangkat dari Dermaga Tanjung Priok pukul 07.00 WIB. Hingga pukul 11.00 setelah memasuki perairan Kepulauan Seribu, tidak ada tanda-tanda kerusakan kapal. Namun, sekitar pukul 11.10, mesin KMC AD 16-05 mendadak mati. “Empat jam perjalanan tidak ada masalah kok. Tapi sekitar jam 11.00-an itu mesin tiba-tiba mati, lalu dihantam ombak laut, angin kencang cukup tinggi,” ujar Kristomei. 

 

fdl/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment